Korea Open 2022 - Hadapi Wakil Jepang, Jonatan Christie Terkendala Hal Ini!

Sumakwan Wikie Riaja Kamis, 7 April 2022 | 08:50 WIB
Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie saat menghadapi Soong Joo Ven di babak pertama Korea Open 2022. (PBSI)

BolaStylo.com - Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie membeberkan kendala terberatnya saat bermain di ajang BWF Super 500, Korea Open 2022.

Di mana kendala terberat Jonatan Christie tersebut didapatinya setelah menyelesaikan pertandingan babak pertama Korea Open 2022.Jonatan sendiri berhasil meraih tiket babak kedua usai menumbangkan Malaysia, Soong Joo Ven.Pertandingan yang berlangsung pada Rabu (7/4/2022), berhasil dimenangkan Jonatan dalam waktu 39 menit.Penampilan gemilang pebulu tangkis yang akrab disapa Jojo itu sudah terlihat sejak set pertama.Di mana Jonatan mampu unggul jauh dengan skor 21-13 dari Soong Joo Ven.

Baca Juga: Korea Open 2022 - Kejutan! Wakil Israel Pulangkan Andalan China, Singapura Juga Ngenes

Berlanjut di set kedua, peraih medali emas Asian Games 2018 itu mampu mengakhiri laga dengan kembali unggul 21-18.Meski berhasil memetik kemenangan, Jojo mengaku bahwa dirinya mendapatkan kendala berat saat bermain di Korea Open 2022.Terlebih faktor non-teknis yang bisa membuat tunggal putra nomor dua Indonesia ini bisa mengalami kesulitan.Di mana kendala yang dimaksud Jojo yakni faktor shuttlecock yang berat dan sedikit agak lambat.

Baca Juga: Hasil Korea Open 2022 - The Daddies dan Jonatan Tak Tersentuh, Duo Malaysia Keok!

"Untuk besok saya ingin main lebih enjoy dan rileks.""Bola di sini agak berat dan lambat, jadi harus punya strategi yang tepat di setiap babak, tidak boleh asal," kata Jonatan pada Rabu (6/4/2022) dilansir dari Badminton Indonesia.Di babak kedua Korea Open 2022 nanti, Jonatan akan menghadapi wakil Jepang, Kodai Naraoka.Tentu, target Jojo sendiri yakni meraih kemenangan demi mendapatkan poin sebanyak-banyaknya.Hal itu diinginkannya setelah penampilan yang kurang maksimal pada tahun lalu."Saya mau cari poin sebanyak-banyaknya di sini, jaga-jaga kalau BWF nanti mulai mencabut sistem pembekuan rangking.""Kalau tidak dapat poin yang banyak sekarang, saya pasti terlempar jauh karena saya kurang maksimal di turnamen-turnamen saat pandemi," tegasnya.

Baca Juga: Korea Open 2022 - Sadis! Wakil Tuan Rumah Mundur Lagi, Jepang Pesta Pora

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BolaStylo (@bolastylo)



Source : Badminton Indonesia,BWF Tournament Software
Penulis : Sumakwan Wikie Riaja
Editor : Ananda Lathifah Rozalina
Video Pilihan