"Orang-orang mencoba membunuh saya, namun saya tetap hidup," ucapnya.
"Saya pernah diracuni di kasur dan sekarat. Seseorang pernah mencoba membunuh saya di New York," ungkap Abdelaziz.
Namun, Abdelaziz enggan mengatakan kepada Ariel Helwani jenis racun yang sempat membuatnya sekarat.
Baca Juga : Dihukum Lebih Berat dari McGregor, Khabib Nurmagomedov Murka hingga Sampaikan Sindiran di Media Sosial
"Tidak masalah, aku diracun. Bukan masalah. Seperti yang aku katakan jika kamu temanku, aku akan lebih mencintai kamu. Tapi jika kamu bukan temanku, jangan dekati aku," ucap Ali.
Selain itu, ia juga enggan menceritakan kronologi percobaan pembunuhan yang ia alami selama beberapa kali di New York.
Abdelaziz pernah mendampingi Khabib Nurmagomedov di New York saat mengalahkan Al Iaquinta pada pertarungan UFC 223 April 2018.
“Somebody tried to kill me.” @AliAbdelaziz00 says he was poisoned in New York last month.Full: https://t.co/SMqyAdaryZ pic.twitter.com/3Prwf28OXi
— Ariel Helwani (@arielhelwani) February 5, 2019
Menyusul dengan pemberitaan tersebut, Abdelaziz kemudian meluruskan soal kabar yang menyebut ia diracuni selama dua tahun.
Ia mengatakan seseorang mencoba meracuninya selama bertahun-tahun bukan 2 tahun.
Dalam pernyataannya, Abdelaziz juga menegaskan bahwa setiap orang sudah punya garis waktu masing-masing.
"Saya mengatakan orang telah mencobanya selama bertahun-tahun bukan selama 2 tahun tetapi mereka dapat terus berusaha," tulis Abdelaziz lewat akun Twitter miliknya pribadi.
"Allah sudah menulis waktu saya, ketika saatnya tiba tidak ada yang bisa menghentikannya."
Source | : | Rt |
Penulis | : | Aziz gancar Widyamukti |
Editor | : | Muhammad Shofii |