Pelatih dan Federasi Malaysia Akui Bertanding di Indonesia Selalu Sulit Secara Mental?

Ananda Lathifah Rozalina Kamis, 29 Agustus 2019 | 16:00 WIB
Pelatih timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe saat menjawab pertanyaan wartawan di Hotel Mulia, Jakarta. (MUHAMMD ROBBANI/BOLASPORT.COM)

BolaStylo.com - Pelatih dan federasi sepak bola Malaysia mengakui pertandingan di Indonesia selalu sulit secara mental.

Timnas Malaysia diketahui akan segera bertandang ke kandang Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno dalam keperluan Kualifikasi Dunia 2022 mendatang.

Timnas Malaysia akan bertarung dengan skuat asuhan Simon McMenemy pada awal September mendatang tepatnya pada Kamis (5/9/2019).

Skuat berjuluk Harimau Malaya itu akan menjadi lawan pertama Indonesia di Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia.

Bertandang ke Indonesia, pelatih Timnas Malaysia akui jika hal tersebut tidaklah mudah.

Baca Juga: Drawing China Open 2019 - Marcus/Kevin Terancam Kembali Bertemu Pematah Langkah Mereka di Kejuaraan Dunia 2019

Mengingat, Indonesia dan Malaysia memiliki rivalitas panas meski berstatus negara tetangga.

Hal itu menyebabkan tekanan dari para suporter tuan rumah menjadi hal yang akan menguji mental para pemain selain kekuatan Timnas Indonesia itu sendiri.

"Indonesia terlihat kuat, tetapi saya tak ingin memikirkan mereka. Fokus saya adalah mempersiapkan pemain untuk laga pembuka ini," kata Cheng Hoe.

"Bagaimanapun kami perlu khawatir karena bermain tandang. Indonesia selalu menyulitkan saat bermain di Jakarta," ujarnya menambahkan.

Selain pelatih, kesulitan bermain di Indonesia juga diakui oleh pihak federasi sepak bola Malaysia, FAM.

Wakil Presiden FAM menyatakan jika mental para pemainnya harus kuat jika bertandang ke Indonesia.

"Kami menyadari (pertandingan) di Indonesia, jadi secara mental kami harus kuat kalau tidak pemain akan "koyak"," kata Wakil Presiden FAM Datuk Mohd Yusoff Mahadi.

"Tak hanya persiapan fisik dan taktik, mental juga penting untuk menyerap tekanan di stadion." tambah wakil presiden FAM tersebut.

Demi menguatkan mental para pemain, pihak federasi bahkan mengusulkan untuk mendatangkan seorang psikolog.

Namun, wacana tersebut masih belum pasti dan butuh pertimbangan dengan melihat keadaan pemain dan persetujuan pelatih.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BolaStylo (@bolastylo) on

 



Source : BolaSport.com,bharian
Penulis : Ananda Lathifah Rozalina
Editor : Ananda Lathifah Rozalina
Video Pilihan