Pelatih Timnas U-16 Indonesia Dapat Pelajaran Berharga Selama Latih Alfin Lestaluhu

Aziz Gancar Widyamukti Jumat, 1 November 2019 | 14:37 WIB
Alfin Lestaluhu (instagram.com(bimasakti230176))

BolaStylo.com - Kepergian pemain timnas U-16 Indonesia, Alfin Lestaluhu, meninggalkan sepenggal pelajaran berharga untuk pelatih Bima Sakti.

Alfin Lestaluhu meninggal dunia di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, Kamis (31/10/2019) sekitar pukul 22.11 WIB.

Menurut diagnosis dokter, Alfin Lestaluhu meninggal dunia karena mengalami encephalitis (infeksi otak) dengan hypoalbumin.

Kepergian Alfin Lestaluhu meninggalkan kesedihan bagi para pencinta sepak bola di Tanah Air.

Baca Juga: Penyebab Alfin Lestaluhu Meninggal, Encephalitis atau Radang Otak

Pelatih timnas U-16 Indonesia, Bima Sakti, menjadi salah satu yang paling berduka atas meninggalnya Alfin Lestaluhu.

Sebab, Bima Sakti sendiri merupakan pelatih yang sangat dekat dengan pemain bernama lengkap Alfin Farhan Lestaluhu itu.

Ia adalah orang yang menemukan bakat Alfin saat sang pemain menjadi siswa di Sekolah Khusus Olahraga Ragunan, Jakarta.

Baca Juga: Alfin Lestaluhu di Mata Bima Sakti: Tangguh, Sopan, Rajin Ibadah dan Suara Azannya Merdu

Menurut Bima, Alfin merupakan seorang pemain yang tak pernah protes ketika mendapat perintah dari pelatih.

"Pemain yang selalu tampil maksimal tanpa kenal kompromi dan selalu siap dipasang kapan saja, mau dipasang 90 menit, 45 menit, 1 menit pun," kata Bima Sakti, dikutip BolaStylo.com dari akun Instagram-nya, @bimasakti230176.

"Siap coach, itu sepenggal kata yang diucapkan Alfin ke saya dan selalu saya ingat. Banyak kenangan indah di dalam dan diluar lapangan bersama Alfin. Suara adzannya merdu sekali, selalu ceria."

Baca Juga: Yakin Alfin Lestaluhu Bakal Sembuh, Bima Sakti Sempat Lakukan Hal Ini

Bima juga menyebut bahwa Alfin adalah pemain yang memiliki mental tangguh.

Hal ini dibuktikan dengan keberanian Alfin dalam laga perebutan tempat ketiga Piala AFF U-16 2019 antara timnas U-16 Indonesia kontra Vietnam.

Alfin berani mengajukan diri sebagai eksekutor saat laga timnas U-16 Indonesia melawan Vietnam berlanjut ke adu penalti seusai bermain imbang 0-0 pada waktu normal.

Baca Juga: Mengenal Penyakit Ensefalitis Penyebab Alfin Lestaluhu Meninggal Dunia

"Yang paling mengejutkan sewaktu adu pinalti melawan Vietnam dalam ajang piala AFF 2019 di Chonbury, Thailand. Begitu peluit berakhir dan dilanjutkan ke adu pinalti, Alfin pemain pertama yang menghampiri saya dan berkata, 'Saya mau dan siap ambil pinalti coach'."

"Saya dengarnya malu dan berkata dalam hati, luar biasa mental anak ini, karena waktu saya main dulu, mohon maaf saat tampil di final SEA Games 1997 Jakarta melawan Thailand, saya salah satu pemain yang gak berani ambil pinalti."

Meski gagal menyelesaikan tugasnya dengan sempurna, Alfin berani menghampiri Bima Sakti dan mengakui kesalahannya.

Baca Juga: Ayah Khabib Lempar Kritik Keras Terhadap Conor McGregor, Seperti Apa?

"Walau dia gagal dan langsung meminta maaf ke saya, tanpa banyak bicara langsung saya peluk dia gak apa-apa Alfin, terima kasih kamu udah berani ambil pinalti."

"Memang sebenarnya dalam sesi latihan penalti, dia bukan pilihan utama untuk menendang penalti dan setelah masuk ruang ganti, saya sampaikan ke semua pelatih, ofisial dan para pemain, bahwa saya respect, salut, dan bangga dengan perjuangan, dedikasi Alfin."

Berkaca dari sikap profesional Alfin, Bima mengaku mendapat pelajaran penting dari pemilik nomor punggung dua tersebut.

Baca Juga: Ganda Putra India Klaim Tampil Lebih Baik dari Minions di Final French Open 2019, Andai ....

"Saya dan mungkin semua anak muda di Indonesia bisa belajar dari keberanian Alfin dan dedikasinya buat tim, bahwa segala sesuatu kita harus berani mencoba dan yakin dengan kemampuan kita serta didalam setiap pertandingan selalu siap dimainkan kapan saja."

"Contoh seperti idola saya Bambang Pamungkas saat tampil dipiala AFF 2010, beliau kapten, salah satu pemain Indonesia dengan gol dan caps terbanyak di tim nasional, tapi selalu siap main dari awal dan pengganti, saat melawan Thailand beliau membuktikannya karena sejatinya semua komponen di dalam tim adalah penting."

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Pemain yang selalu tampil maksimal tanpa kenal kompromi dan selalu siap dipasang kapan saja, mau dipasang 90 menit, 45 menit, 1 menit pun...SIAP coach, itu sepenggal kata yang diucapkan Alfin ke saya dan selalu saya ingat, banyak kenangan indah didalam dan diluar lapangan bersama alfin, suara Azannya merdu sekali, selalu ceria serta yang paling mengejutkan sewaktu adu pinalti melawan Vietnam diajang piala AFF 2019 di Chonbury Thailand, begitu peluit berakhir dan dilanjutkan ke adu pinalti, Alfin pemain pertama yang menghampiri saya dan berkata..."saya mau dan siap ambil pinalti coach"...saya dengarnya malu dan berkata dalam hati...luar biasa mental anak ini, karena waktu saya main dulu, mohon maaf ???? saat tampil difinal sea games 1997 Jakarta melawan Thailand, saya salah satu pemain yang gak berani ambil pinalti, walau dia gagal dan langsung meminta maaf ke saya, tanpa banyak bicara langsung saya peluk dia ???? gak apa - apa Alfin, terimakasih kamu udah berani ambil pinalti ???? dan memang sebenarnya dalam sesi latihan pinalti, dia bukan pilihan utama untuk menendang pinalti dan setelah masuk ruang ganti, saya sampaikan ke semua pelatih, ofisial dan para pemain, bahwa saya respect salut dan bangga dengan perjuangan, dedikasi Alfin...saya dan mungkin semua anak muda di Indonesia bisa belajar dari keberanian Alfin dan dedikasinya buat tim, bahwa segala sesuatu kita harus berani mencoba dan yakin dengan kemampuan kita serta didalam setiap pertandingan selalu siap dimainkan kapan saja, contoh seperti idola saya @bepe20 saat tampil dipiala AFF 2010, beliau kapten, salah satu pemain Indonesia dengan gol dan caps terbanyak ditimnas, tapi selalu siap main dari awal dan pengganti, saat melawan Thailand beliau membuktikannya ????????, karena sejatinya semua komponen didalam tim adalah penting. #RespectforAlfin

A post shared by Bima Sakti (@bimasakti230176) on

Alfin adalah salah satu pemain andalan timnas U-16 Indonesia yang cukup berjasa dalam ajang Kualifikasi Piala Asia U-16 2020.

Ia mencetak satu gol kala timnas U-16 Indonesia mengalahkan Filipina 4-0 dalam pertama Grup G Kualifikasi Piala Asia U-16 2020.



Source : BolaStylo
Penulis : Aziz Gancar Widyamukti
Editor : Aziz Gancar Widyamukti
Video Pilihan