Pesan Khusus Legenda Hidup Timnas Indonesia untuk Si Pemberi Cedera Evan Dimas di SEA Games 2019

Eko Isdiyanto Sabtu, 14 Desember 2019 | 11:00 WIB
Bek timnas U-22 Vietnam di SEA Games 2019, Doan Van Hau. (TWITTER.COM/DOANVANHAU)

BolaStylo.com - Asisten pelatih timnas U-22 Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto lontarkan pesan untuk pemain Vietnam pemberi cedera Evan Dimas Darmono di SEA Games 2019.

Legenda hidup timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto memiliki pesan khusus untuk pemain Vietnam pemberi cedera Evan Dimas di SEA Games 2019.

Pesan khusus ini disampaikan Kurniawan Dwi Yulianto pasca laga final SEA Games 2019 antara timnas U-22 Indonesia melawan Vietnam, Selasa (10/12/2019).

Seperti yang diketahui bersama bahwa pemain Vietnam, Doan Van Hau menjadi sorotan publik Indonesia dalam beberapa hari terakhir.

Hal itu dikarenakan aksi Van Hau yang dianggap sengaja menginjak kaki kiri Evan Dimas di laga final SEA Games 2019.

Baca Juga: Link Live Streaming BWF World Tour Finals 2019 - Ginting, Minions dan The Daddies Main Hari Ini!

Karena aksinya itu Evan Dimas mengalami cedera yang cukup parah, ia bahkan terpaksa ditarik keluar ketika laga berjalan kurang dari 20 menit.

Meski demikian, Kurniawan Dwi Yulianto tidak melihat kejadian tersebut sebagai sesuatu yang sengaja dilakukan oleh Van Hau.

Van Hau Doan juga memberikan pelukan kepada Evan Dimas saat penyerahan medali SEA Games 2019.

Ia pun memiliki pesan khusus untuk sang pemain yang diklaim sebagai bintang masa depan timnas Vietnam.

Dilansir BolaStylo.com dari news.zing.vn, pesan khusus tersebut dilontarkan Kurniawan ketika ditanya mengenai sosok Doan Van Hau.

Baca Juga: Alasan Mengejutkan di Balik Pelatih Vietnam Tolak Medali Emas SEA Games 2019

Bagi Kurniawan, Van Hau bukan hanya pemain berbakat tetapi juga sosok yang dewasa karena sikapnya.

"Tentu saja tak hanya bakat, tetapi Van Hau juga membuat saya merasa kuat," ucap Kurniawan.

"Dia meminta maaf kepada Evan Dimas setelah pertandingan.

"Saya harap, Hau tidak perlu merasa bersalah, karena ini adalah hal yang normal dalam sepak bola," imbuhnya.

Baca Juga: Ralley Gokil Minions Vs Kamura/Sonoda di BWF World Tour Finals 2019, Ciptakan 139 Pukulan!

Kurniawan menegaskan bahwa rivalitas yang terjadi antarpemain dua tim hanya terjadi ketika di atas lapangan.

Lebih dari itu pemain dari kedua tim adalah teman ketika berada di luar lapangan pertandingan.

"Saya telah menonton video tabrakan berulang kali yang melukai Evan Dimas, " ujar Kurniawan.

"Situasinya 50:50, kami tidak bisa menyalahkan Van Hau.

Baca Juga: Rekap Hasil BWF World Tour Finals 2019 - 1 Pemain Juara Grup, Indonesia Loloskan 3 Wakil

"Di lapangan sepak bola, kami adalah rival, tetapi di luar, kami adalah teman," imbuhnya.



Source : news.zing.vn,bolastylo.bolasport.com
Penulis : Eko Isdiyanto
Editor : Eko Isdiyanto
Video Pilihan