Kesehatan Mental Karyawan Kena PHK di Tengah Pandemi COVID-19

Eko Isdiyanto Rabu, 15 April 2020 | 19:00 WIB
Ilustrasi. PHK akibat wabah covid-19. (Tribunnews.com)

BolaStylo.com - Salah satu sektor yang terdampak buruk akibat pandemi Covid-19 adalah bisnis, perusahaan yang memilih menutup operasional berujung PHK karyawan.

Bisnis yang merugi karena pandemi COVID-19 memaksa banyak perusahaan untuk merumahkan karyawan tanpa digaji hingga Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

PHK secara mendadak tentu menghadirkan kondisi psikologis tersendiri bagi seseorang karena secara langsung berkaitan dengan gaji sebagai pemasukan.

Ditambah jika seseorang memiliki tanggungan berupa cicilan, sepertti hutang hingga kartu kredit dan kewajiban keuangan lainnya.

Hal ini tentu menjadi masalah yang berdampak pada kondisi psikologis seorang pekerja yang terkena PHK tersebut.

Baca Juga: Gokil! Pakai Plat Nomor Mobil Palsu, Pesepak Bola China Ini Dipecat Klub

Dilansir BolaStylo.com dari Hello Sehat, studi menunjukkan bahwa orang yang menderita kesulitan uang karena kehilangan pekerjaan rentan terhadap masalah kesehatan mental.

Seperti misalnya meningkatkan risiko gangguan kecemasan, depresi yang membuat orang mengonsumsi obat-obatan antidepresi.

Hingga adanya peningkatan gejala somatik seperti sakit kepala atau kelelahan.

Selain itu, masalah keuangan keluarga karyawan yang terkena PHK sangat mungkin merembet ke masalah rumah tangga.

Baca Juga: Kabar Rahasia Bocor! Khabib Nurmagomedov Pernah KO Dalam Latih Tanding

Lebih lanjut, menurut Hello Sehat para psikolog menyebut kehilangan pekerjaan sama seperti dengan kondisi sedih ketika patah hati atau kehilangan orang yang dicintai.

Hal ini tak lepas dari lintasan emosional kesehatan mental ketika kehilangan pekerjaan yang mencakup tahapan kesedihan.

Dimulai dari rasa kaget berujung penolakan, kemarahan yang muncul tiba-tiba, lalu penerimaan dan harapan.

Psikolog Dawn Norris menyebut kehilangan pekerjaan bagi karyawan kena PHK bisa disebut sebagai seseorang yang kehilangan jati diri.

Baca Juga: Beda Lionel Messi dengan Pemain Lain, Termasuk Cristiano Ronaldo

Dawn Norris juga menjelaskan bahwa sebagian besar kehidupan masyarakat digerakkan uang dan laba penghasilan.

"Jadi, jika Anda kehilangan pekerjaan, Anda dapat dengan mudah kehilangan identitas diri," ucap Norris.

Masalah utama yang kerap kali ditemui seseorang adalah ketika berhadapan dengan uang karena keadaan yang memaksa, seperti pengangguran.

Namun, masalah besar yang utama dan lebih membahayakan ketimbang uang adalah masalah identitas.

Baca Juga: Ogah Berurusan dengan Mike Tyson, George Foreman: Dia Monster!

Dalam penelitannya, Norris juga menyebutkan bahwa dua pertiga dari pekerja akan mengalami masalah psikologis terkait identitas.

Penelitian ini juga menjelaskan mengenai masalah emosional yang terjadi pada karyawan atau pekerja kena PHK tiba-tiba di masa pandemi COVID-19.

"Mereka mengatakan bahwa masalah mereka dengan identitas membuat mereka merasa tertekan, cemas, dan marah," ujar Norris.



Source : hellosehat.com
Penulis : Eko Isdiyanto
Editor : Eko Isdiyanto
Video Pilihan