Dipuji Muhammad Ali, Petinju yang Bikin Mike Tyson Pensiun Kini Bekerja Sebagai Kuli

Eko Isdiyanto Jumat, 5 Juni 2020 | 10:30 WIB
Mike Tyson (kanan) menghadapi Kevin McBride dalam pertandingan tinju kelas berat di MCI Center, Washington D.C, Amerika Serikat, 11 Juni 2005. (TWITTER.COM/MMAHISTORYTODAY)

BolaStylo.com - Perubahan drastis dialami pemberi kekalahan terakhir Mike Tyson di kancah profesional, Kevin McBride, dari petinju menjadi tukang tebang pohon.

Karier tinju profesional Mike Tyson berakhir di tangan petinju antah berantah, Kevin McBride pada tahun 2005.

Nama Kevin McBride sejatinya petinju yang tak diperhitungkan, namun ia mampu mengalahkan Mike Tyson tepat di ronde keenam.

Akan tetapi, pria Irlandia ini tak terlalu baik dalam mengakhiri kariernya sebagai petinju profesional.

Meskipun namanya mulai dikenal banyak orang, khususnya penggemar tinju usai berhasil mengalahkan Si Leher Beton.

Baca Juga: Rahasia Memalukan Mohamed Salah Waktu Muda Dibeberkan Sang Idola

Duel Mike Tyson kontra Michael Spinks pada 27 Juni 1988 memecahkan rekor dunia laga tinju termahal.
Kevin McBride mengakhiri karier profesionalnya di tahun 2011 dan saat ini ia menjalani kehidupan yang benar-benar berbeda dengan profesi barunya.

Sementara Mike Tyson, meskipun terjun ke dunia bisnis ganja, ia tidak serta merta meninggalkan profesi lama yang melambungkan namanya.

Dilansir BolaStylo.com dari Daily Mail, Kevin McBride kini bekerja untuk salah satu perusahaan yang berugas merawat pepohonan.

Ia mengaku bertugas sebagai menebang pohon dan juga merawat pepohonan seperti membersihkan salju jika memasuki musim dingin.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Disantet Pepe, Sekelompok Dukun di Peru Beraksi

Meski 360 derajat berbeda dengan profesi lamanya sebagai seorang petinju, McBride mengaku suka dengan pekerjaannya yang sekarang.

Mike Tyson (kiri) kembali berlatih tinju bersama pelatih MMA, Rafael Cordeiro.

"Saya bekerja dengan ahli bedah pohon yang menyuruh saya menebang pohon, membersihkan salju, berteriak 'kayu' dan semuanya," ucap McBride.

"Ini bagus. Membuat saya tetap sibuk. Tugas saya adalah mengambil peralatan yang dibutuhkan dan meletakkannya," imbuhnya.

Terkait kisahnya mengalahkan Mike Tyson dan membuat Si Leher Beton pensiun sebagai petinju, McBride sadar hal itu akan lebih sering didengarnya.

Baca Juga: Di Masa Perjuangan, Orang Tua Marc Marquez Tak Pernah Piknik Demi Hal Ini

Karena tak lepas dari rencana kembali ke ring tinju Mike Tyson di usianya yang sudah 53 tahun meskipun dalam laga amal.

"Itu lebih sering muncul karena banyak yang menyebut dia akan kembali ke ring lagi, " ujar McBride.

"Mereka berkata saya petinju terakhir yang mampu mengalahkannya. Saya suka itu.

"Saya tak harus duduk sambil menonton ulang pertandingan karena seseorang baru saja mengunggah video laga itu di Facebook dan saya melihatnya.

Baca Juga: Yonex Pasang Target Tinggi di Olimpiade, Kevin Sanjaya Mengaku Asyik

"Mimpi yang menjadi kenyataan, bukan?" imbuhnya.

Sudah 15 tahun berlalu, McBride mengaku masih mengingat setiap detail dari pertarungannya melawan Mike Tyson.

McBride juga masih bisa merasakan momen perayaan kemenangannya di atas ring sambil mengenakan bendera Republik Irlandia.

Bahkan, ia mengaku Muhammad Ali pernah menyebutnya sebagai salah satu petinju terbaik sepanjang masa yang terakhir.

Baca Juga: Saking Buasnya Murid Mike Tyson, Petarung UFC Ogah Ketemu di Oktagon

Mike Tyson (kanan) menghadapi Kevin McBride dalam pertandingan tinju kelas berat di MCI Center, Washington D.C, Amerika Serikat, 11 Juni 2005.

"Saya menari kegirangan. Saya menyadari saat itu memang bukan masa jaya dari seorang Mike Tyson," ujar McBride.

"Namun, siapa peduli. Saya bertarung melawan Mike Tyson dan menang malam itu. Saya juga ingat Muhammad Ali memukul saya setelah perayaan kemenangan.

"Ali saat itu berkata 'Saya adalah petinju terbaik sepanjang masa dan kamu adalah yang terakhir'.

"Mendengar itu, saya seperti bermimpi," imbuhnya.

Baca Juga: Sikap Mike Tyson Saat Ketemu Petinju yang Membuatnya Pensiun



Source : Dailymail.co.uk
Penulis : Eko Isdiyanto
Editor : Eko Isdiyanto
Video Pilihan