Ada Satu Wakil Indonesia, Ini 5 Atlet Peraih Emas Olimpiade yang Juga Menangi Australian Open

Ananda Lathifah Rozalina Selasa, 9 Juni 2020 | 09:00 WIB
Berita bulu tangkis internasional. (ANDREAS JOEVI/BOLASPORT.COM)

BolaStylo.com - Deretan pemenang Australian Open secara beruntung ternyata juga berhasil memenangi emas Olimpiade di beberapa tahun setelahnya.

Jika bukan karena wabah Covid-19, final Australian Open 2020 mungkin akan terjadi pada Minggu (7/6/2020) lalu.

Berstatus level Super 300 saat ini, Asutralian Open biasanya menjadi ajang unjuk gigi bagi para pebulu tangkis asal negeri kanguru dan seluruh dunia.

Uniknya, beberapa pebulu tangkis yang sukses memenangi Australian Open, beberapa tahun sebelumnya sukses meraih medali emas Olimpiade.

Dilansir dari laman resmi BWF, ada 5 juara Australian Open yang juga sukses memenangi emas Olimpiade.

5. Carolina Marin (Spanyol)

Carolina Marin

Tunggal putri asal Spanyol, Carolina Marin sukses menjuarai Australian Open 2015 yang kala ini berstatus sebagai turnamen super series dengan tawaran hadiah total 750.000 dolar AS.

Dalam pertandingan final, menang melawan wakil China, Wang Shixian dengan skor 22-20 dan 21-18.

Setelah memenangi Australia Open 2015, di tahun berikutnya Marin sukses menyabet emas Olimpiade 2016 di Rio de Janiero, Brasil usai mengalahkan wakil India, Pusarla Venkata Sindhu.

4. Chen Long (China)

Salah satu wakil China pada nomor tunggal putra, Chen Long.

Senasib dengan Carolina Marin, Chen Long juga sukses menjuarai Australian Open 2015 usai menaklukan wakil Denmark, Viktor Axelsen.

Chen Long menang lewat duel sengit tiga gim dengan skor 21-12, 14-21, 21-18.

Setahun setelahnya, Chen Long sukses meraih emas Olimpiade Rio 2016 usai menaklukan wakil Malaysia, Lee Chong Wei di final.

3. Lee Hyo Jung (Korea)

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Love badminton (@badminton_lovee) on

 

Lee Hyo Jung menjadi pemain yang memiliki cerita paling unik di daftar ini.

Lee Hyo Jung berhasil meraih juara Asutralia Open di usia yang cukup muda yakni 18 tahun.

Ia menjuarai Australian Open 1999 dengan rekannya di sektor ganda putri, Ra Kyung Min.

9 tahun setelahnya, ia akhirnya berhasil memenangi emas Olimpiade 2008 di Beijing.

Uniknya, dia meraih emas Olimpiade itu di sektor ganda campuran dengan partnernya Lee Young Dae.

Sehingga ia memiliki sektor berbeda saat menjuarai Australian Open dan emas Olimpiade.

2. Kim Dong Moon (Korea)

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by 올림픽 (@olympic) on

 

Kim Dong Moon sejatinya sudah meraih emas Olimpiade lebih dulu pada Olimpiade 1996.

Ia memenangi Australia Open 1999 bersama Yoo Yung Sung di sektor ganda putra.

5 tahun setelahnya, ia berhasil kembali meraih emas Olimpiade Athena 2004 dengan partner lainnya di sektor ganda putra, Ha Te Kwon.

Dengan keberhasilannya itu, ia dikenang sebagai pebulu tangkis Korea yang memenangi dua medali emas Olimpiade.

1. Susy Susanti (Indonesia)

Pebulu tangkis putri Indonesia, Susy Susanti, melakukan serve kepada lawannya asal Jepang, Misako M

Susy Susanti menjuarai Australian Open pada tahun 1990.

Pada usianya yang masih muda, sekitar 19 tahun saat itu Susy sukses menjuarai Asutralia Open mengalahkan wakil favorit tuan rumah, Anna Lao dengan skor 11-1, 11-4.

Dua tahun setelahnya, Susy sukses meraih emas Olimpiade 1992 di Barcelona mengalahkan wakil Korea Selatan, Bang Soo Hyun.

Susy mengalahkan Bang dengan skor 5-11, 11-5, 11-3.



Source : BWF
Penulis : Ananda Lathifah Rozalina
Editor : Ananda Lathifah Rozalina
Video Pilihan