Riset Buktikan Diet Vegan Berbahaya, Vegetarian Jadi Solusi Alternatif

Reno Kusdaroji Rabu, 25 November 2020 | 14:30 WIB
Ilustrasi vegan. ()

BolaStylo.com - Diet atau pola makan vegan ternyata terbukti memiliki sisi buruk yang berbahaya dan berubah ke vegetarian menjadi salah satu solusi alternatifnya.

Perlu dipahami terlebih dahulu, diet atau pola makan vegan dan vegetarian itu cukup berbeda.

Vegan berarti seseorang menghindari sama sekali sumber makanan hewani dan produk turunannya seperti telur, susu, madu dan lain-lain.

Sementara vegetarian masih mentoleransi untuk mengonsumsi produk turunan sumber makanan hewani.

Baca Juga: Metode Baru Lawan Kanker Ditemukan, Bisa Ganti Kemoterapi dan Perpanjang Hidup

Sekarang ini, banyak vegetarian dan orang yang ingin menjadi vegetarian merubah pilihannya menjadi seorang vegan.

Namun, penelitian longitudinal besar yang diterbitkan di jurnal BMC Medicine mengungkapkan bahwa pola makan vegan dan vegetarian memiliki sisi buruk yang berbahaya.

Menurut penelitian, vegan dan vegetarian memiliki resiko mengalami patah tulang lebih besar dibandingkan pemakan daging.

Baca Juga: Jangan Sembarangan, Ini Tips Pilih Sabun Muka yang Benar Berdasarkan Jenis Kulit

Namun jika ditelurus lebih jauh, vegetarian memiliki resiko yang lebih kecil dibandingkan seorang vegan.

Beberapa faktor yang bisa menyebabkannya seperti indeks massa tubuh rendah, kurang aktivitas fisik, serta asupan kalsium dan protein yang tidak memadai.

Fraktur atau patah tulang pada usia dewasa manula lebih sering terjadi, dengan menunjukan bahwa vegan dan vegetarian memiliki kepadatan mineral tulang yang lebih rendah dibanding non-vegetarian.

Jika diurutkan, maka dapat dikatakan non-vegetarian paling kuat, vegetarian cukup beresiko, vegan semakin beresiko.

Baca Juga: Wanita Tak Puas Saat Bercinta, Psikologi Buruk Bisa Jadi Penyebabnya

"Kepadatan tulang adalah ukuran jumlah mineral, kalsium dan fostor yang terkandung dalam volume tulang tertentu," pernyataan Institut Kanker Nasional AS.

Studi terbaru ini diklaim menjadi yang terbesar dan paling komperhensif untuk mengetahui resiko patah tulang pada orang dengan kebiasaan pola makan yang berbeda.

Selain itu, terdapat penelitian yang dipimpin ahli epidemiologi nutrisi Nuffield Department of Population Health University of Oxford, Tammy Tong.

Penelitian tersebut dilakukan dengan mengirimkan kuisioner terkait pola makan, sosio demografi, gaya hidup, dan riwayat hidup antara tahun 1993-2001.

Baca Juga: Stres dan Kecemasan Ganggu Kesehatan, Atasi dengan 4 Teh Herbal Ini!

Dalam kuisioner tersebut, terdapat kategori pemakan daging, pemakan ikan (pescatarian), vegetarian, dan vegan.

Didapatkan kesimpulan dibandingkan pemakan daging, vegan dengan asupan kalsiu dan protein yang lebih rendah rata-rata memiliki resiko 43 persen lebih tinggi patah tulang di semua bagian tubuh.

 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BolaStylo (@bolastylo)

 



Source : kompas
Penulis : Reno Kusdaroji
Editor : Ananda Lathifah Rozalina
Video Pilihan