Swiss Open 2021 - Hafiz/Gloria Tak Berani Berubah, Pelatih Ungkap Penyebab 3 Ganda Campuran Indonesia Babak Belur

Ananda Lathifah Rozalina Jumat, 5 Maret 2021 | 17:52 WIB
Aksi Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja pada babak kedua All England 2020, Kamis (13/3/2020) (BADMINTON INDONESIA)

BolaStylo.com - Asisten pelatih ganda campuran Indonesia, Nova Widianto memeberikan evaluasi usai hasil buruk yang dituai sektor ganda campuran di Swiss Open 2021.

Tiga ganda campuran yang dikirim oleh Indonesia ke turnamen Swiss Open 2021 gagal memenuhi target yang diharapkan.

Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari dan Adnan Maulana/Chrystine Bandaso yang menjadi wakil Indonesia justru gugur di babak-babak awal.

Hafiz/Gloria yang merupakan unggulan kedua turnamen secara mengejutkan ditumbangkan wakil India, Satwiksairaj Rankireddy/Ashwini Ponnapa di babak pertama dengan skor 18-21, 10-21.

Sementara itu, Rinov/Pitha ditumbangkan Satwiksairaj/Ashwini di babak dengan kedua dengan skor 18-21, 16-21.

Sementara Adnan/Chrystine kalah di babak pertama dari wakil unggulan asal Malaysia, Tan Kian Meng/Lai Pei Jing.

Usai ketiga ganda campuran Indonesia itu gugur, asisten pelatih Nova Widianto pun membongkar deretan kelemahan yang menjadi faktor kekalahan mereka.

Untuk pasangan Hafiz/Gloria, Nova menuturkan jika mereka kurang berani menerapkan pola permainan sesuai yang diinstruksikan pelatih.

Mereka cenderung bermain dengan gaya main yang mudah diantisipasi lawan dan kurang berani berubah

"Untuk Hafiz/Gloria, hasilnya memang jauh dari yang kami harapkan. Tidak ada masalah apa-apa, murni karena performa mereka di lapangan yang tidak berani melakukan pola permainan seperti yang kami instruksikan," ungkap Nova.

"Mereka cenderung bermain dengan pola yang membuat musuh lebih enak untuk mendapat poin. Permainan mereka terlalu gampang diantisipasi lawan dan mereka tidak berani berubah," kata Nova sebagaimana dilansir dari laman resmi PBSI.

Sementara untuk Rinov/Pitha, Nova menuturkan jika mereka sudah menerapkan pola main yang benar namun ada saat dimana mereka blank dan kesulitan mengontrol ketenangan.

"Rinov/Pitha secara main sudah benar, tapi saat posisi unggul atau imbang, mereka malah banyak membuang poin dari servis. Banyak juga bola-bola yang tidak seharusnya mati," ungkap Nova.

"Dari situ, mereka langsung blank. Pola permainannya jadi berubah. Rinov sendiri belum bisa mengontrol antara ketenangan dan kecepatan kaki. Dia sendiri menyadari hal itu, tapi belum bisa mengatasinya," sebut Nova.

Sedangkan untuk Adnan/Mychelle, Nova menilai mereka kurang percaya diri padahal punya kemampuan.

"Kalau Adnan/Mychelle, saya mendapat evaluasi dari Aryono yang mendampingi di lapangan. Lawannya memang unggulan kelima, tapi mereka banyak mati sendiri saat bola mudah," ucap Nova.

"Pasangan ini seperti kurang yakin untuk mengalahkan pemain unggulan. Padahal sebenarnya, mereka punya kemampuan," tutup Nova.

Terlepas dari hasil evaluasi tersebut, Indonesia kini hanya memiliki dua wakil tersisa, yakni Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin di sektor ganda putra dan Shesar Hiren Rhustavito di sektor tunggal putra.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BolaStylo (@bolastylo)

 



Source : Badminton Indonesia.org
Penulis : Ananda Lathifah Rozalina
Editor : Ananda Lathifah Rozalina
Video Pilihan