Termasuk Satu Pebulu Tangkis Indonesia, Ini 5 Tunggal Putri Kuda Hitam Olimpiade Tokyo 2020 Versi BWF

Ananda Lathifah Rozalina Senin, 14 Juni 2021 | 16:29 WIB
Aksi pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, pada babak pertama Thailand Open I 2021 di Impact Arena, Bangkok, Thailand, 12 Januari 2021. (ERIKA SAWAUCHI/BADMINTON PHOTO)

BolaStylo.com - Laman resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) merilis daftar 5 pebulu tangkis yang bisa jadi kuda hitam di sektor tunggal putri.

Tunggal putri menjadi salah satu sektor yang sangat beragam dan persaingannya sulit ditebak.

Pasalnya, tak ada satu negara yang benar-benar mendominasi di sektor ini.

Deretan pebulu tangkis top di tunggal putri tak lantas mutlak bisa mendominasi di semua kompetisi dan memenangkanya.

Hal itu membuat persaingan menjadi semakin menarik, dan meski ada 10 wakil teratas yang difavoritkan di Olimpiade Tokyo, tak menutup kemungkinan akan ada sosok kuda hitam yang bisa mengejutkan banyak pihak.

Dilansir dari laman resmi BWF, ini deretan pebulu tangkis tunggal putri yang kemungkinan bisa menjadi sosok kuda hitam di sektor tunggal putri di Olimpiade.

Beiwen Zhang

Menjadi salah satu tunggal putri yang cukup ikonik untuk kategori pemain independen.

Mewakili negara dimana bulu tangkis masih belum begitu populer, Beiwen Zhang harus mengelola sebagian besar kegiatannya sendiri tanpa tim pendukung layaknya negara lain.

Meski begitu, Zhang tetap berhasil menjadi salah satu tunggal putri yang dipertimbangkan di kompetisi dunia.

Beiwen sudah banyak berpengalaman mengikuti kompetisi dan mewakili tiga negara yakni China, Singapura dan kini Amerika Serikat dalam perjalanan karirnya.

Ranking tertinggi Beiwen adalah 9 pada Juni 2017 silam dan kini ia ada di ranking 14 dunia.

Beiwen tercatat pernah memenangai India Open 2018 mengalahkan Pusarla Venkata Sindhu dan meraih runner up di beberapa turnamen lain.

Dengan deretan catatatan itu, Beiwen tentu menjadi sosok yang bisa saja mengejutkan publik.

Busanan Ongbamrungphan

Busanan memang bukan pebulu tangkis nomor 1 di Thailand, tapi kemampuannya tak bisa diremehkan.

Tanpa gaya permainan yang mencolok di lapangan, Busanan memiliki energi fisik dan tekad yang kuat saat bertanding.

Busanan menjadi lawan yang terhitung cukup menyulitkan di beberapa kompetisi.

Dari segi prestasi, Busanan mengantongi medali emas SEA Games 2015, Perunggu Juara Dunia Junior, satu kemenangan di Orleans Masters 2021 dan runner up Thailand Masters 2019.

Mia Blichfeldt

Masih berusia 23 tahun, Mia Blichfeldt bisa menjadi harapan Denmark di sektor tunggal putri.

Mia mulai menunjukkan jika dirinya bisa menjadi bibit berbahaya di sektor tunggal putri.

Salah satu momen cukup impresif dari Mia baru-baru ini adalah saat dia menumbangkan peraih medali perak Olimpiade 2016 sekaligus juara dunia 2019, Pusarla Venkata Sindhu di Yonex Thailand Open 2021.

Dengan perkembangan yang terus konsisten, Mia tentu berpeluang menjadi kuda hitam di kompetisi Olimpiade kali ini.

Gregoria Mariska Tunjung

Gregoria adalah salah satu tunggal putri harapan Indonesia di level senior.

Masih berusia 21 tahun, Grgeoria dinilai memiliki bakat sebagai strokeplayer yang langka.

Hanya saja, Gregoria masih belum cukup beruntung saat mengatasi lawan-lawan kuat di beberapa kompetisi.

Namun, hal itu tak menutup kemungkinan Gregoria bisa tampil mengejutkan di Olimpiade kali ini.

Kristy Gilmour

Satu lagi pebulu tangkis dari negara yang tidak begitu akrab dengan bulu tangkis tapi cukup konsisten berkompetisi.

Mewakili Skotlandia, Kristy Gilmour tak bisa dianggap remeh di berbagai kompetisi Eropa.

Ia sudah mengumpulkan dua medali perak dan satu perunggu di Kejuaraan Eropa.

Di kompetisi dunia, Kristy memenangi Scottish Open 2018, SaarLorLux Open 2020 dan beberapa runner up.

Hal itu tentu membuat Gilmour tak bisa dipandang sebelah mata.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BolaStylo (@bolastylo)

 

 



Source : BWF
Penulis : Ananda Lathifah Rozalina
Editor : Ananda Lathifah Rozalina
Video Pilihan