Jelang Olimpiade Tokyo 2020, Tunggal Putra Indonesia Dihantui Kenangan Buruk

Ananda Lathifah Rozalina Selasa, 6 Juli 2021 | 13:26 WIB
Pemain tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, saat menjalani pertandingan perempat final Thailand Open I 2021 di Impact Arena, Bangkok, Thailand, Jumat (15/1/2021). (RAPHAEL SACHETAT)

BolaStylo.com - Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie tampak dihantui kenangan buruk yang pernah terjadi saat berkompetisi.

Jonatan Christie akan menjadi salah satu tunggal putra yang mewakili Indonesia berkompetisi ke Olimpiade Tokyo.

Namun, menjelang kompetisi akbar tersebut, Jonatan Christie justru mengaku merasa tegang.

Ketegangan pebulu tangkis yang akrab disapa Jojo ternyata muncul karena ia tak bisa memprediksi kondisi apa yang terjadi ke depannya.

Baca Juga: Olimpiade Tokyo 2020 - Buat Rencana Juara, Jojo Berkaca dari Gilanya EURO 2020

"Tegang sudah pasti ada tapi saya tegangnya bukan karena apa-apa, lebih karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di depan dengan kondisi seperti ini," tuturnya.

Jojo lantas mengingat kembali kenangan buruk di All England Open 2021 lalu sebagai contoh hal tidak terduga yang membuat dirinya down.

Ambil contoh di All England kemarin, kita sudah di sana, terus tiba-tiba tidak bisa bertanding. Itu cukup membuat down. Makanya saya sekarang lebih berpasarah pada Tuhan, semua sudah ada jalan dari-Nya. Saya berdoa semoga kejadian itu tidak terulang lagi," ungkap Jojo.

Saat mengikuti kompetisi All England Open 2021, tim bulu tangkis Indonesia memang mengalami hal pahit.

Jonatan Christie dkk kala itu dipaksa mundur dari kompetisi karena terdeteksi pernah satu pesawat dengan orang yang positif Covid-19.

Padahal, saat tiba di Inggris mereka sudah dites dan hasilnya negatif, selain itu jarak mereka naik pesawat dengan turnamen juga sudah cukup jauh.

Beberapa dari pebulu tangkis Indonesia juga sudah sempat bertanding dan menang.

Tapi, seluruh tim dipaksa mundur dari kompetisi tanpa ada tes ulang karena regulasi pemerintah Inggris mengharuskan mereka dikarantina dalam kurun waktu beberapa hari.

Akibat kejadian tidak terduga itu, Jojo dan pebulu tangkis Indonesia lainnya gagal meraih kemenangan dan malah tertahan di Inggris hingga akhirnya dibantu oleh pihak KBRI untuk pulang lebih cepat.

Terlepas dari ketegangannya, Jojo mengaku siap berjuang mati-matian untuk mendapatkan hasil yang bagus Olimpiade kali ini.

"Harapannya bisa dapat sesuatu hal yang baik, kalau untuk dapat medali di Olimpiade pasti semua juga ingin tapi sejauh ini saya mau coba lakukan yang terbaik dulu dan saat masuk di lapangan tunjukkan kalau ini sudah mewakili Indonesia dan siap berjuang mati-matian," pungkasnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BolaStylo (@bolastylo)

 



Source : Badmintonindoneia.org
Penulis : Ananda Lathifah Rozalina
Editor : Ananda Lathifah Rozalina
Video Pilihan