Pengakuan Dosa Tunggal Putra China Usai Gagal Juara Piala Thomas 2020 Karena Dikalahkan Indonesia

Ananda Lathifah Rozalina Senin, 18 Oktober 2021 | 15:13 WIB
Berurutan dari kiri, Lakshya Sen (India), Li Shifeng (China), dan Naraoka Kodai (Jepang) menjadi kam (BWF BADMINTON)

Saat diturnkan dalam fase grup Li menang menghadapi wakil Tahiti, Gianpiero Remi Rossi Cavalotti, wakil Belanda, Robin Mesman dan wakil India, Kiran George.

Di babak perempat final, Li berperan penting dalam menyumbang poin untuk China usai menaklukan bocah ajaib Thailand, Kunlavut Vitidsarn dengan skor 21-13, 17-21, 21-7.

Hal yang sama terjadi di semifinal saat Li menyumbang poin untuk China dengan menaklukan Kanta Tsuneyama dua gim langsung 21-17, 21-15.

Magis Li baru berakhir saat menghadapi Jonatan Christie dan final, pebulu tangkis berusia 21 tahun itu harus menerima kekalahan pahit setelah berjuang selama 1 jam 22 menit.

Baca Juga: Piala Thomas 2020 - Sesumbar Mampu Kalahkan Indonesia, Pebulu Tangkis Ini Malah Ambyar

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BolaStylo (@bolastylo)

 



Source : Sina Sport
Penulis : Ananda Lathifah Rozalina
Editor : Ananda Lathifah Rozalina
Video Pilihan