Segera ke Dokter Jika Terlalu Sering Sendawa, Bisa Jadi Gejala Penyakit Mematikan yang Mengancam Nyawa!

Reno Kusdaroji Jumat, 24 Desember 2021 | 13:10 WIB
Menahan sendawa memiliki beberapa dampak buruk terhadap tubuh kita. (pixabay)

BolaStylo.com - Terlalu sering mengalami sendawa ternyata bisa menjadi salah satu gejala dari beberapa penyakit mematikan yang mengancam nyawa seseorang.

Pada dasarnya, sendawa hanyalah proses alami keluarnya udara dari kerongkongan melalui mulut.

Sendawa biasanya muncul disebabkan terlalu banyak 'udara yang biasanya diteruskan dari hidung ke perut' tertahan dan berkumpul di kerongkongan.

Beberapa hal yang dapat menyebabkan udara tertahan di kerongkongan (sendawa) misalnya seperti makan minum terlalu cepat, berbicara saat makan, dan merokok.

Dilansir BolaStylo dari Hello Sehat, sendawa sebenarnya bermanfaat untuk mencegah perut kembung akibat udara berlebih.

Hal tersebut membuat hampir semua orang menganggap sepele masalah sendawa.

Namun tahukah Anda? Banyak yang tidak menyadari bahwa sendawa yang terlalu sering dan dalam waktu jangka panjang sama sekali bukan hal yang wajar.

Baca Juga: Wow! Modal Bahan Alami Buah & Sayur Bisa Terhindar dari Berbagai Bakteri

Sendawa yang terlalu sering bisa menjadi sangat berbahaya hingga mengancam nyawa jika terlalu sering terjadi dalam waktu jangka panjang.

Sebab, bisa jadi sendawa itu merupakan gejala penyakit berbahaya seperti tukak lambung.

Tukak lambung terjadi karena adanya luka yang disebabkan selaput yang melapisi organ vital ini terkikis.

Pengikisan tersebut dapat terjadi akibat infeksi bakteri dan efek samping dari konsumsi obat tertentu.

Baca Juga: Murah! Hilangkan Keriput Garis Senyum dengan Minyak Kelapa

Kebiasaan buruk seperti merokok, konsumsi makanan asam atau pedas, alkohol, dan stres berlebih dapat memperparah tukak lambung.

Adapun bersendawa terlalu sering menjadi salah satu gejala tukak lambung.

Selain bersendawa, gejala lainnya seperti mual dan muntah, perut kembung, sulit bernapas, hingga berat badan turun dapat terjadi.

Tukak lambung yang tidak ditangani dengan segera dapat membahayakan nyawa karena akan diiringi dengan muncul penyakit lainnya.

Baca Juga: Sepele Tapi Berbahaya! Sering Konsumsi Makanan Ini Bikin Kanker Lidah

Selain tukak lambung, berikut beberapa penyakit yang dapat menyebabkan penderitanya mengalami sendawa secara terus-menerus karena kondisi perut yang tidak nyaman.

1. GERD

Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah gangguan yang menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan.

Untuk mempermudah istilahnya, gerd lebih sering disebut sebagai 'penyakit asam lambung'.

Melansir Health Line, beberapa penyakit atau kondisi medis tertentu dapat menjadi penyebab sering sendawa sebagai respons alami terhadap ketidaknyamanan di dalam perut.

Karena itu, sering sendawa dikaitkan dengan sering sendawa.

2. Gastriparesis

Gastroparesis adalah gangguan di mana otot-otot di dinding perut melemah.

Selain sering sendawa, gastroparesis memiliki gejala lain, seperti sering mual, muntah, dan mudah merasa kenyang.

Penyebab gastroparesis belum diketahui secara pasti, namun kondisi ini diduga disebabkan oleh kerusakan saraf yang mengatur gerakan otot lambung.

Pemicu kerusakan saraf vagus ini bisa beragam, termasuk komplikasi diabetes atau operasi.

Baca Juga: Masak Nasi Goreng Pakai Bahan Ini Bak Beri Racun ke Keluarga! Begini Solusinya

3. Konsumsi obat tertentu

Selain terkait dengan kondisi kesehatan, sering sendawa juga bisa terjadi karena obat-obatan tertentu.

Sejumlah obat tertentu dapat menyebabkan sering sendawa atau gangguan yang menyebabkan sendawa.

Obat yang dapat memicu sering sendawa, di antaranya termasuk obat diabetes tipe 2 yang disebut acarbose, obat pencahar seperti laktulosa dan sorbitol, obat pereda nyeri seperti naproxen, ibuprofen, dan aspirin.

Kelebihan penggunaan obat penghilang rasa sakit dapat pula menyebabkan gastritis, suatu kondisi yang dapat menyebabkan bersendawa.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BolaStylo (@bolastylo)



Source : sajiansedap.grid.id,hellodokter.com
Penulis : Reno Kusdaroji
Editor : Reno Kusdaroji
Video Pilihan