Piala AFF 2020 - Kabar Terburuk Bagi Shin Tae-yong Jelang Final Indonesia Vs Thailand

Reno Kusdaroji Senin, 27 Desember 2021 | 11:11 WIB
Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong punya gaji setara 28 SPBU Pertamina baru (PSSI.ORG)

BolaStylo.com - Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong terpaksa menerima kabar buruk dari masa lalu menjelang partai final Piala AFF 2020 melawan Thailand.

Partai final Piala AFF 2020 akan mempertemukan timnas Indonesia vs Thailand di Stadion Nasional Singapura, pada Rabu (29/12/2021) dan Sabtu (1/1/2021)

Pasukan Shin Tae-yong melaju ke partai final usai menghajar tuan rumah, Singapura agregat kemenangan 5-3 dari dua leg semifinal.

Sementara tim Gajah Perang lolos ke final usai menumbangkan sang juara bertahan, Vietnam dengan agregat 2-0.

Menjelang partai final ini, Shin Tae-yong harus mendengar kabar teramat buruk dari masa lalu timnas Indonesia.

Sejarah telah membuktikan skuat Garuda tak begitu diuntungkan melawan tim Gajah Perang di ajang Piala AFF.

Menurut data 11v11, timnas Indonesia hanya meraih tiga kemenangan dari 12 pertemuan melawan Thailand di Piala AFF.

Baca Juga: Piala AFF 2020 - Pesan Egy & Pratama Arhan Jelang Laga Final, Minta Lupakan Kemenangan!

Bahkan dari tiga kemenangan tersebut, salah satunya diraih timnas Indonesia melalui babak adu penalti.

Tepatnya pada perebutan tempat ketiga Piala AFF 1998, di mana skuat Garuda waktu itu menang 5-4 dalam adu penalti usai bermain imbang 3-3 dalam waktu normal.

Sementara dua kemenangan timnas Indonesia atas Thailand terjadi pada fase grup Piala AFF 2010 dan final leg pertama Piala AFF 2016.

Pada fase grup Piala AFF 2010, tim Merah Putih menang atas Thailand dengan skor tipis 2-1.

Baca Juga: Piala AFF 2020 - Legenda Timnas Vietnam Sebut Indonesia Main Buruk Hingga Sulit Juara

Hal serupa terjadi pada final leg pertama Piala AFF 2016, di mana skuat Garuda juga menang 2-1 atas Thailand.

Namun pada waktu itu, Indonesia gagal juara karena harus menerima kekalahan 0-2 dari Thailand di leg kedua.

Berbicara soal partai final Piala AFF, Indonesia terkutuk dengan selalu menelan kekalahan melawan Thailand.

Selain kekalahan di final edisi 2016, Indonesia juga dikalahkan Thailand pada edisi 2000 dan 2002.

Baca Juga: AFF 2020 - Final Pertama Shin Tae-yong, Pemain Thailand Ini Bongkar Sisi Keunggulannya

Pada final Piala AFF 2000, timnas Indonesia dihajar Thailand dengan skor telak 1-4.

Kemudian di final edisi selanjutnya, skuat Garuda gagal balas dendam usai bermain imbang 2-2 melawan Thailand di waktu normal dan kalah 2-4 di babak adu penalti.

Catatan buruk ini menjadi kabar buruk yang bisa menghantui Shin Tae-yong.

Terlebih lagi, partai final kali ini merupakan yang pertama kalinya bagi Shin Tae-yong sejak ditunjuk menjadi pelatih timnas Indonesia pada tahun 2019 lalu.

Meski begitu, timnas Indonesia besutan Shin Tae-yong kali ini memiliki harapan untuk memutus rekor buruk melawan Thailand di partai final.

Mengingat, skuat Garuda saat ini mendapat pengakuan dari saingan-saingan mereka menjadi tim yang memiliki serangan paling mematikan di Piala AFF 2020.

Terbukti, pasukan Shin Tae-yong menjadi tim terproduktif yang telah menciptakan 18 gol dari 6 pertandingan sejak fase grup hingga semifinal.

Baca Juga: AFF 2020 - Final Pertama Shin Tae-yong, Pemain Thailand Ini Bongkar Sisi Keunggulannya

Agresivitas anak asuh Shin Tae-yong diharapkan mampu menggempur tembok solid timnas Thailand di partai final nanti.

Di sisi lain, Thailand menjadi tim yang memiliki benteng pertahanan paling kokoh di Piala AFF 2020 kali ini.

Tim Gajah Perang meraih 5 clean sheets (nirbobol) dari 6 pertandingan sejak fase grup sampai babak semifinal.

Oleh karena itu, partai final Piala AFF 2020 akan mempertemukan tim tertajam melawan tim dengan pertahanan terbaik.

Adapun partai final akan berlangsung dengan format dua leg tanpa aturan agresivitas gol tandang, pada Rabu (29/12/2021) dan Sabtu (1/1/2022).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BolaStylo (@bolastylo)



Source : kompas,11vs11.com,11v11.com,BolaStylo
Penulis : Reno Kusdaroji
Editor : Reno Kusdaroji
Video Pilihan