Bantai Timnas Putri Indonesia 18-0, Pelatih Australia Sebut Garuda Pertiwi Seperti Ini!

Reno Kusdaroji Sabtu, 22 Januari 2022 | 06:00 WIB
Timnas putri Indonesia dibantai telak 0-18 dari timnas putri Australia di laga perdana Grup B Piala Asia Wanita 2022. (21/1/2022) (https://www.instagram.com/matildas/?hl=en)

BolaStylo.com - Pelatih timnas putri Australia, Tony Gustavsson mengomentari kemenangan telak atas timnas putri Indonesia di laga pembuka Piala Asia Wanita 2022.

Timnas putri Indonesia harus menerima pil teramat pahit saat melakoni laga perdana grup B Piala Asia Wanita 2022 melawan Australia.

Bermain di Mumbai Football Arena, India, Jumat (21/1/2022), Garuda Pertiwi berakhir mengenaskan dengan kebobolan 18 gol tanpa balas.

Kapten Australia, Samantha Kerr mencetak lima gol (9', 11', penalti 26', 36', 54') yang mengantarkannya menjadi pencetak gol terbanyak untuk negaranya (54 gol).

Baca Juga: Bos Baru Timnas Malaysia: Shin Tae-yong Pelatih Gagal di Piala Dunia 2018!

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by #WAC2022 (@afcasiancup)

Bahkan, kapten Matildas (julukan timnas putri Australia) itu hampir mencetak double hattrick atau enam gol di pertandingan tersebut.

Beruntung bagi Zahra Muzdalifah dkk, tendangan penalti Kerr di babak kedua hanya membentur mistar gawang.

Adapun gol-gol lainnya ditorehkan oleh Caitlin Foord (14'), Mary Fowler (17'), Ellie Carpenter (34', 49'), Emily van Egmond (39', 57'. 58', 69'), Kyah Simon (67'. 71'), Aivi Luik (78'), dan Hayley Raso (24', 88').

Baca Juga: Pelatih Baru Malaysia Bikin Shin Tae-yong Dipecat dari Timnas Korsel?

Usai pertandingan berakhir, pelatih timnas putri Australia, Tony Gustavsson terlihat sangat bahagia.

Tony Gustavsson terlihat bangga bukan main terhadap skuat Matildas yang berhasil membuka Piala Asia Wanita 2022 dengan menghancurkan timnas putri Indonesia.

Pelatih berusa 48 tahun itu menyebut timnas putri Indonesia sebagai tim berperingkat rendah, yang merujuk pada peringkat FIFA Garuda Pertiwi di urutan ke-94.

Demi menghindari kesalahpahaman dengan para penggemar Indonesia, Gustavsson pun mengatakannya dengan penuh rasa hormat.

Baca Juga: Dua Hal yang Bikin Egy Maulana Vikri Betah di Slowakia, Apa Itu?

"Saya pernah berada dalam situasi yang sama sebelumnya sebagai pelatih," katanya usai pertandingan berakhir, dilansir BolaStylo dari The Guardians.

"Yang pergi ke turnamen ketika Anda melawan tim berperingkat rendah di pertandingan pembuka dan betapa pentingnya memperlakukan tim itu dengan hormat.

"Tetapi kami juga perlu menunjukkan rasa hormat terhadap nilai-nilai dan nilai-nilai kami dengan skuat terbaik, standar kami," tegasnya.

Belum selesai, pelatih kelahiran Swedia itu juga membicarakan perbedaan kekutan timnas putri Indonesia dan Australia.

Baca Juga: Indonesia dan Pelatih Asnawi di Ansan Greeners Punya Masa Lalu Unik

Hal itu terdengar dari ucapannya yang mengaku ingin memainkan seluruh 23 pemainnya untuk bermain saat melawan Indonesia jika memungkinkan.

Namun sayangnya, peraturan tidak memperbolehkan hal tersebut dan dia terpaksa memprioritaskan pilihannya.

"Jika saya bisa memainkan semua 23 pemain hari ini, saya akan senang melakukannya." lanjutnya menjelaskan.

"Tetapi ada jumlah pemain pengganti yang terbatas dan saya kemudian harus membuat beberapa prioritas."

Baca Juga: Jelang Laga Melawan Timor Leste, Shin Tae-yong Tantang Timnas Indonesia Lakukan Hal Ini!

"Saya benar-benar ingin membuat poin meskipun memainkan beberapa pemain debutan di Piala Asia (kali ini) yang belum pernah membela timnas sebelumnya." pungkasnya.

Di sisi lain, pelatih timnas putri Indonesia, Rudy Eka Priyambada tak bisa berkomentar banyak terkait kekalahan dengan agregat yang begitu besar seperti ini.

Ia tetap mengapresiasi perjuangan Zahra Muzdalifah dkk meskipun mengakui perbedaan kualitas antara Indonesia dan Australia.

"Saya pikir dalam laga melawan Australia kami telah berjuang sebisa mungkin," kata Rudy Eka dilansir dari Kompas.com.

Baca Juga: Elkan Baggott Diduga Batal Gabung Timnas Indonesia Gara-gara Hal Ini, Shin Tae-yong Ogah Cari Pengganti!

"Namun dari laga ini jelas bahwa kami harus mengembangkan sepak bola kami, khususnya sepak bola wanita Indonesia.

"Saya pikir perbedaannya adalah kualitas pemain, sebab, banyak pemain Australia yang bermain di Eropa.

"Sedangkan liga kami ditiadakan sejak dua tahun lalu karena pandemi," jelasnya.

"Jadi ke depannya kami harus mengembangkan sepak bola wanita di Indonesia lebih baik lagi." pungkasnya.

Adapun pada pertandingan selanjutnya, timnas putri Indonesia akan melawan Thailand sementara Australia melawan Filipina pada 24 Januari 2022.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BolaStylo (@bolastylo)



Source : kompas,The Guardian
Penulis : Reno Kusdaroji
Editor : Reno Kusdaroji
Video Pilihan