Kabar Buruk Bagi Malaysia Jelang Thomas & Uber Cup 2022, Akan Ditinggal Pelatih Indonesia Lagi!

Reno Kusdaroji Rabu, 13 April 2022 | 14:02 WIB
Pelatih asal Indonesia, Paulus Firman diprediksi akan segera meninggalkan BAM (Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia). (NST.COM.MY)

BolaStylo.com - Pelatih ganda campuran BAM (Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia), Paulus Firman menunjukkan gelagat hengkang menjelang Thomas & Uber Cup 2022.

Direktur Pembinaan BAM, Rexy Mainaky membenarkan resiko 'pelatnas' Malaysia kehilangan salah satu pelatihnya lagi.

Rexy Mainaky mengatakan bahwa BAM telah menawarkan perpanjangan kontrak kepada Paulus Firman sejak Januari 2022.

Namun sampai saat ini, mantan pebulu tangkis Indonesia itu belum menandatangani perpanjangan kontraknya.

"Jujur, kami (BAM) sudah membuat keputusan untuk memperpanjang kontrak Paulus pada Januari." kata Rexy Mainaky dilansir BolaStylo dari News Strait Times.

"Saya masih berdiskusi dengannya (Paulus) tapi keputusan bertahan atau tidak sepenuhnya ada di tangannya," jelasnya.

Pelatih berusia 53 tahun itu berpotensi menjadi pelatih Indonesia ketiga yang akan meninggalkan BAM.

Sebelumnya, BAM telah ditinggalkan dua pelatih berdarah Indonesia, Indra Wijaya dan Flandy Limpele.

Parahnya, pelatih ganda putri mereka, Chan Chong Ming juga lebih dulu hengkang pada awal tahun ini.

Baca Juga: Korea Masters 2022 - Wakil China Tak Terlawan, Andalan Indonesia Angkat Tangan!

Paulus saat ini berada di Jakarta untuk istirahat satu minggu dan diperkirakan akan menyelesaikan kontraknya (yang berakhir pada 26 April) ketika ia kembali pada hari Minggu (17/4/2022).

Adapun Paulus Firman menunjukkan gelagat ingin hengkang dari BAM menyusul Flandy Limpele yang bergabung dengan PBSI.

Awal pekan ini, Timesport melaporkan Paulus, yang bergabung dengan BAM untuk kedua kalinya pada 2018, siap untuk pergi ketika kontraknya berakhir bulan ini.

Sebelumnya, Paulus pernah bertugas singkat selama 10 bulan melatih ganda putra pada 2013.

Waktu itu, ia memainkan peran penting dalam membimbing duo ganda putra Aaron Chia/Soh Wooi Yik ke delapan besar dunia.

Dapat dikatakan berkat jasanya, Aaron Chia/Soh Wooi Yik otomatis lolos ke Olimpiade Tokyo tahun lalu.

Kemudian pada Mei 2020, Paulus digantikan oleh Flandy Limpele yang ditugasi melatih ganda putra.

Sementara dirinya ditunjuk untuk memimpin kepelatihan ganda campuran.

Adapun spekulasi terkait masa depannya mulai dipertanyakan sejak tahun 2021.

Baca Juga: Thomas Cup 2022 - Kebijakan BWF Untungkan Indonesia, Malaysia Diminta Lakukan Hal Ini

Tepatnya ketika dua pasangan ganda campuran teratas Malaysia, Goh Soon Huat/Shevon Lai dan Tan Kian Meng/Lai Pei Jing, dikeluarkan dari BAM.

Meski tergeser, Paulus tetap memiliki pengaruh besar, menaikkan standar dua pasangan lainnya Hoo Pang Ron/Cheah Yee See dan Chen Tang Jie/Peck Yen Wei.

Berkat mereka, Malaysia berhasil mencapai semifinal Piala Sudirman di Vantaa, Finlandia tahun lalu.

Kini menjelang dimulainya Thomas & Uber Cup 2022, pertanyaan besar menghantui BAM.

Mengingat, mereka telah ditinggal tiga pelatih utama ganda putra, ganda putri, dan tunggal putra, serta kini kemungkinan ditinggal pelatih ganda campuran.

Terkait akankah BAM ingin mengisi kekosongan yang ditinggalkan para pelatih yang mundur, Rexy Mainaky menegaskan, "tidak untuk sekarang."

"Saya tidak ingin kehilangan fokus pada final Thomas & Uber Cup yang akan datang, mungkin setelah itu (mencari pelatih pengganti)." jelasnya.

"Untuk saat ini, saya masih bisa mengelola dengan pelatih yang masih ada." pungkasnya.

Adapun Thomas & Uber Cup 2022 akan berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 8-15 Mei mendatang.

Baca Juga: Thomas Cup 2022 - Kebijakan BWF Bikin Legenda Malaysa Iri dengan Indonesia

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BolaStylo (@bolastylo)



Source : Nst.com.my
Penulis : Reno Kusdaroji
Editor : Reno Kusdaroji
Video Pilihan