Gubsu Ngaku Dibodohi saat Beri Pembekalan PSMS Medan Menuju Liga 1

Eko Isdiyanto Rabu, 8 Juni 2022 | 10:52 WIB
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi memberikan pembekalan kepada para pemain PSMS Medan yang akan mengikuti pemusatan latihan di Sidoarjo, Jawa Timur di Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Selasa (7/6/2022). (dok-medan.tribunnews.com)

BolaStylo.com - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengaku selama ini telah dibodohi oknum dalam kepengurusan PSMS Medan yang melakukan praktik curang.

Klaim tersebut dilontarkan Edy Rahmayadi yang juga bagian dari pemilik saham saat memberi pembekalan untuk PSMS Medan Menuju Liga 1 pada Selasa (7/6/2022).

Pembekalan untuk PSMS Menuju Liga 1 digelar di Ruang Tengah Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Edy Rahmayadi mengaku sudah dibodoh-bodohi.

Saat itu manajer Mulyadi Simatupang selaku manajer PSMS Medan tak masuk kongres PSSI di Jakarta karena tak diundang, setelah ditelisik lebih lanjut ternyata ada perwakilan klub yang hadir.

Namun dari PSMS kubu Kodrat Shah, menurut Edy Rahmayadi sesuai dengan RUPS yang sudah ditentukan oleh pengurus PSMS Medan, sontak Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) ini pun marah dengan polemik itu.

Baca Juga: VIDEO - Bellingham Muntah, Diduga Nekat Main Padahal Sedang Sakit

Gubsu merasa sudah ditipu oleh para oknum yang berada di lingkungan kepengurusan PSMS, hingga berujung dengan pelantikan sang menantu, Arifuddin Maulana Basri sebagai Direktur Utama PT Kinantan Medan Indonesia (KMI).

Dilansir BolaStylo.com dari Medan Tribunnews, Gubernur Edy sudah tak ada lagi yang bisa dipercaya mengurus PSMS Medan setelah sepak bola banyak dikaitkan dengan politik.

Dalam Pembekalan PSMS Menuju Liga 1, Edy juga berpesan kepada para pemain agar tidak terjun dalam politik yang menurutnya tak ada hubungannya dengan sepak bola.

"Wah selama ini aku dibodoh-bodohi, cukuplah. Kalo dia lagi tak bisa dipercaya, oh cucuku nanti kutarok," ucap Edy Rahmayadi.

Baca Juga: Indonesia Masters 2022 - Tanding di Istora, Pelatih Lee Zii Jia Tak Berani Janjikan Gelar Juara

"Jangan campuri urusan politik, tak ada hubungannga bola dan politik." imbuhnya.

Bagi Edy Rahmayadi, PSMS merupakan warisan budaya sejak berdiri pada 1950 dan pernah berada di masa kejayaan bersama Persija Jakarta, Persib Bandung, PSM Makassar dan Persebaya Surabaya.

PSMS Medan kin harus terjun di kasta kedua Liga Indonesia, tepatnya di Liga 2 2022 bersama beberapa tim papan atas yang bernasib degradasi.

Termasuk salah satunya Persela Lamongan dan Persipura Jayapura, musim Liga 2 2022 dinantikan sebagai kompetisi yang paling kompetitif selama ajang digelar.

Baca Juga: Kualifikasi Piala Asia 2023 - Meski Tak Menyerah, Shin Tae-yong Akui Kuwait Miliki Keunggulan

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BolaStylo (@bolastylo)



Source : Medan.tribunnews.com
Penulis : Eko Isdiyanto
Editor : Eko Isdiyanto
Video Pilihan