Kronologi Pelepasan Gas Air Mata Versi Polisi, Diawali Serangan Suporter Arema FC

Eko Isdiyanto Minggu, 2 Oktober 2022 | 08:31 WIB
Suporter Arema FC, Aremania menerobos ke dalam lapangan usai Arema FC dikalahkan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 dalam laga lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). ()

BOLASTYLO.COM - Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta beberkan penyebab polisi melepaskan gas air mata yang ternyata dipicu serangan suporter Arema FC.

Penjelasan Nico Afina sekaligus memuat kronologi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang dalam konferensi pers pada Minggu (2/10/2022) dinihari WIB.

Nico Afina menyebut mulanya tidak ada masalah dengan pertandingan dan suporter, sebelum peluit akhir laga dibunyikan wasit dengan skor 2-3.

"Selama pertandingan tidak ada masalah, masalah terjadi ketika usai pertandingan," ucap Nico Afinta seperti dikutip dari Surya Malang.

Kekecewaan suporter melihat Arema FC kalah di kandang, ditambah dari Persebaya Surabaya mulai memicu keberanian mereka merangsek ke lapangan.

Baca Juga: Kronologi Suporter Arema FC Merangsek ke Lapangan, Siapa Pemicunya?

"Penonton kecewa melihat tim Arema FC kalah. Apalagi ini sebelumnya Arema FC tidak pernah kalah di kandang sendiri lawan Persebaya dalam beberapa tahun terakhir," ucap Nico lagi.

"Mereka bermaksud menanyakan ke pemain dan official kenapa sampai kalah (melawan Persebaya)," imbuhnya.

Akan tetapi maksud yang diusung para suporter tak diikuti dengan sikap yang mencerminkan kedewasaan suporter untuk bisa menerima kekalahan.

Hingga kerusuhan pun pecah, Nico Afina menyebut pihaknya sudah melakukan sederet upaya mencegah suporter masuk ke lapangan.

Baca Juga: Kerusuhan Laga Arema Vs Persebaya Menelan Banyak Korban Jiwa, PSSI Minta Maaf dan Ambil Tindakan Ini

Namun karena adanya penyerangan terhadap petugas dan perusakan mobil polisi, pihak kepolisian kemudian melepaskan tembakan gas air mata.

"Upaya-upaya pencegahan dilakukan hingga akhirnya dilakukan pelepasan gas air mata," kata Nico Afinta melanjutkan.

"Karena sudah tragis dan sudah mulai menyerang petugas dan merusak mobil." imbuhnya.

Meski begitu, sikap polisi menembakkan gas air mata justru membuat kepanikan muncul dari para suporter dan membuat mereka mencoba segera keluar dari stadion.

Baca Juga: Kericuhan Laga Arema Vs Persebaya Telan Korban Jiwa Hingga 127 Orang, Ini Alasan Polisi Gunakan Gas Air Mata

Namun kerumunan yang berdesakkan membuat mereka mengalami sesak napas karena kekurangan oksigen hingga berujung jatuhnya korban jiwa.

"Suporter keluar di satu titik, kalau nggak salah di pintu 10 atau 12. Di saat proses penumpukan (massa) itu terjadi berdesakan, sesak napas dan kekurangan oksigen," kata Nico lagi.

"Tim gabungan sudah melakukan upaya penolongan dan evakuasi ke rumah sakit. Dalam peristiwa tersebut 127 orang meninggal dunia.

"Dua di antaranya anggota Polri. Yang meninggal di stadion ada 34, sisanya di rumah sakit dalam proses penolongan.

Baca Juga: Arema FC Terancam Sanksi Keras PSSI Buntut Tragedi Kanjuruhan

"Selain itu 180 orang masih dalam proses perawatan." imbuhnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BolaSport.com (@bolasportcom)



Source : Surya Malang
Penulis : Eko Isdiyanto
Editor : Eko Isdiyanto
Video Pilihan