Pengajuan Banding Ditolak, Nicklas Bendter Resmi Mendekam Di Penjara Usai Pukul Seorang Supir Taksi

Aziz gancar Widyamukti Kamis, 22 November 2018 | 17:42 WIB
Nicklas Bendtner (Tribunnews)

BolaStylo.com - Mantan pemain Arsenal, Nicklas Bendter harus merasakan mendekam di penjara setelah terlibat kasus pemukulan supir taksi.

Nicklas Bendter terbukti bersalah dalam kasus penganiayaan yang dilakukan kepada seorang supir taksi.

Berdasarkan hasil sidang yang dilakukan di Kopenhagen, Denmark, Jumat (2/11/2018), Nicklas Bendtner dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara selama 50 hari.

Pengacara Nicklas Bendter sebenarnya telah berusaha mengajukan banding atas keputusan persidangan ini.

Baca Juga : Jamie Carragher Bicara soal Hubungannya dengan Gary Neville Pasca Gantung Sepatu

Namun pada akhirnya banding yang diajukan pengacara mantan pemain Arsenal itu ditolak.

Selain dipenjara, Bendter juga dijatuhi denda hukuman sebesar 300 euro (sekitar Rp 3,4 juta).

Dilansir BolaStylo.com dar Daily Mail, Nicklas Bendter didakwa memukul sopir taksi bernama Dane hingga mengalami parah rahang pada Minggu (9/9/2018).

Baca Juga : Jika Bertemu Cristiano Ronaldo, Penyerang dan Kapten SPAL Berharap Satu Impiannya Terwujud

Insiden pemukulan itu terjadi pada pukul 02.00 dini hari waktu setempat setelah Bendter dan kekasihnya, Philine Roepstorff pulang dari klub malam Lusso.

Bendter sendiri mengakui jika dirinya telah memukul Dane pada malam itu, tetapi ia mengatakan bahwa tindakan itu hanya untuk membela diri setelah berdebat soal ongkos taksi.

Pemain 30 tahun itu mengaku menyesal atas perbuatan yang telah ia lakukan kepada Dane.

Baca Juga : Usai Sebut Paulo Dybala Tukang Selingkuh, Aktris Argentina Ini Beberkan Penyebab Hubungannya Kandas

Ia juga menyampaikan maaf kepada segenap rekan dan fan Rosenborg atas tindakan brutal yang merugikan orang lain.

Bendter mengaku sangat bersyukur menjadi bagian dari Rosenborg yang senantiasa mengerti keadannya serta melindunginya di dalam maupun luar lapangan.

"Saya terlibat dalam sebuah kejadian yang sangat disayangkan," ujar Bendter dikutip dari Daily Mail.

Baca Juga : Beredar Video Dele Alli Marah dalam Keadaan Mabuk saat Ditagih Bayaran Hotel Senilai Rp 56 Juta

"Saya tidak membayangkan dalam imajinasi saya bahwa itu harus terjadi, dan tentu saja saya sangat sedih karena banyak orang yang dirugikan atas kejadian tersebut," ujar pemain berjulukan Lord ini.

"Untuk penggemar Rosenborg dan semua pihak, saya menyesal bahwa insiden ini harus terjadi. Dan saya menyesal tidak bisa menghindari situasi tersebut. Dengan segenap hati saya meminta maaf," imbuhnya.

 

UEFA Nations League tahap grup telah rampung pada Selasa (20/11/2018) atau Rabu dini hari WIB. BolaSport.com merangkum posisi akhir para peserta kompetisi antarnegara Eropa ini. Agenda fase grup UEFA Nations League dengan sistem liga yang melibatkan 55 negara dalam 131 pertandingan total telah selesai tengah pekan ini. Dari empat divisi kompetisi, hanya para juara grup di Liga A atau lapis teratas yang berhak lolos ke putaran final. Mereka ialah timnas Belanda (Grup 1), Swiss (2), Portugal (3), dan Inggris (4). Kuartet tersebut akan bertanding pada tahap akhir yang memakai format knock-out dengan sistem semifinal pada 5-6 Juni 2019. Lantas, bagaimana dengan nasib kontestan lain? Berikut BolaSylo membuat rekapitulasi soal siapa yang mendapatkan promosi atau naik level ke divisi di atasnya, serta mereka yang terdegradasi ke liga lapis bawah. #UEFAnationleague #liganegaraeropa #UEFA

A post shared by BolaStylo (@bolastylo) on



Source : Daily Mail
Penulis : Aziz gancar Widyamukti
Editor : Muhammad Shofii
Video Pilihan