4 Fakta Tuberkulosis Kelenjar, Penyakit yang Renggut Nyawa Jurnalis Metro TV Rifai Pamone

Nina Andrianti Loasana Sabtu, 29 Desember 2018 | 19:05 WIB
Rifai Pamone (Kolase Tribunstyle.com sumber MetroTV)

Bolastylo.com - Penyakit tuberculosis merenggut nyawa presenter sekaligus jurnalis Metro TV, Rifai Pamone.

Rifai Pamone meninggal dunia hari ini, Jumat (28/12/2018) pada pukul 05.50 WITA di Kendari Sulawesi Tenggara.

Kakak kandung Rifai, Yusuf menjelaskan jika adiknya menderita penyakit Tuberkulosis atau TB kelenjar.

Sebelum pulang ke kampung halaman di Kendari, Sulawesi Tenggara, fisik Rifai tampak kurus dan tidak sehat.

Baca Juga : Alasan Ini Buat Greg Nwokolo Geram Pada Garneta Haruni Hingga Ingin Asuh Buah Hatinya

Terlebih lagi usah menjalankan operasi Rifai tetap bekerja seperti biasannya.

Istri kakak almarhum, Ika Purwati jika Rifai sempat dirawat di Jakarta bulan Agustus lalu.

"Tadinya waktu di Jakarta sudah masuk RS Siloam. Sudah lama," tutur Ika dilansir dari laman yang sama.

Namun sayangnya sekitar satu setengah bulan lalu kondisi Rifai kembali drop, Ika mengaku jika dirinya sempat merawat sang adik.

Sakit Keras Sejak Agustus, Unggahan Terakhir Jurnalis Rifai Pamone Bak Isyarat Kepergiannya

Seminggu lalu Rifai pulang ke Kendari, kemarin Kamis (28/12/2018) namun kondisinya tidak stabil.

"Lalu pulang ke Kendari baru masuk rumah sakit kemarin sore. Sudah agak bagus saya lihat. Jam 4 subuh tadi drop lagi. Jam 6 kurang 10 sudah pergi," kata Ika.

Jurnalis kelahiran tahun 1981 ini akan dimakamkan hari ini Jumat (28/12/2018) setelah shalat Ashar.

Tuberculosis atau biasa dikenal dengan TB merupakan salah satu penyakit pembunuh paling menular di seluruh dunia.

Baca Juga : Link Live Streaming Liverpol Vs Arsenal - Kesempatan Liverpool Samai Rekor Arsenal

Melansir dari Boldsky, penyakit ini dalam sehari dapat menyerang lebih dari 4.500 orang.

Bahkan, penyakit ini disebut sebagai infeksi penyebab kematian nomor satu di Indonesia.

Tuberkulosis disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis.

Umumnya bakteri ini menyerang paru-paru.

Tapi setelah masuk ke dalam paru-paru, bakteri ini bisa menjalar ke bagian tubuh lainnya.

Salah satunya kelenjar getah bening.

Ilustrasi - TB Kelenjar Getah Bening - Jurnalis Metro TV Rifai Pamone Meninggal karena TB Kelenjar G

Berikut Bolastylo.com kumpulkan 4 fakta mengenai penyakit tuberkulosis kelenjar:

1. Menyerang organ yang mengatur kekebalan tubuh manusia

Kelenjar getah bening sendiri adalah sebuah sistem jaringan yang terletak di leher, ketiak, dan selangkangan.

Fungsinya antara lain menjaga kekebalan tubuh manusia.

Jika bagian ini mengalami infeksi maka berisiko terjadi pembengkakan atau munculnya benjolan di leher, ketiak, atau selangkangan.

2. Ditandai dengan munculnya benjolan

Gejala yang paling umum terjadi pada penderita tuberkulosis kelenjar adalah adanya benjolan yang tidak menimbulkan rasa sakit di area kelenjar getah bening seperti di leher tepatnya di area bawah rahang, ketiak, maupun lipatan paha.

Baca Juga : Jadwal Siaran Langsung Liga Inggris - Liverpool Vs Arsenal, Kegelisahan Juergen Klopp dan Unai Emery

Benjolan ini kemudian akan terus membesar hingga terasa sakit ketika disentuh.

Selain pembengkakan, seseorang yang mengalami TB kelenjar pun akan mengalami gejala umum penyakit TBC, seperti badan terasa lemas, demam, menggigil, dan penurunan berat badan.

3. Pada beberapa kasus tidak disertai gejala sama sekali

Kelenjar Getah Bening

Pada beberapa orang, TB kelenjar getah bening memang kadang tidak menimbulkan tanda-tanda yang berarti meskipun bakterinya sudah menyebar ke seluruh tubuh.

Untuk mengurangi risiko TBC kelenjar menjadi lebih parah, segera periksakan diri ke dokter, jika terdapat pembengkakan pada leher dan area kelenjar getah bening lainnya.

4. Tidak Menular

Banyak orang takut jika penyakit ini menular.

Apalagi, bakteri penyebab tuberkulosis memang bisa ditularkan melalui udara.

Meski begitu, itu hanya terjadi pada TB paru saja.

Sedangkan TB kelenjar getah bening tidak bisa menular lewat udara.

Baca Juga : Mengejutkan! Pelatih Asal Inggris Sebut Simon McMenemy Berbohong Soal Lisensi Kepelatihan

Hal ini ditegaskan oleh Irwin Ziment, dokter spesialis penyakit dalam dari University of California, Los Angeles (UCLA).

Menurutnya, bakteri TB kelenjar getah bening tidak akan "terdorong" keluar lewat batuk atau bersin layaknya bakteri yang bersarang di saluran pernapasan.



Source : alodokter.com,Tribun Medan,Hello Sehat
Penulis : Nina Andrianti Loasana
Editor : Nina Andrianti Loasana
Video Pilihan