Marko Simic Sempat Memegang Dua Bagian Tubuh Perempuan yang Diduga Korban Pelecehan

Eko Isdiyanto Jumat, 1 Maret 2019 | 15:41 WIB
Marko Simic (foto : kompas.com)

BolaStylo.com - Terdapat dua bagian tubuh yang sempat dipegang Marko Simic terhadap perempuan diduga korban pelecehan di pesawat.

Kuasa hukum Marko Simic, Gusti Randa membeberkan kronologi kasus dugaan pelecehan penyerang Persija Jakarta di dalam sebuah pesawat.

Dalam penjabaran Gusti Randa, Marko Simic dikatakan sempat memegang dua bagian tubuh dari perempuan yang diduga korban pelecehan seksual.

Dilansir BolaStyo.com dari BolaSport.com, pengacara yang juga sekaligus anggota komite eksekutif (Exco) PSSI itu menegaskan apa yang terjadi tidak sebesar pemberitaan yang beredar.

Gusti Randa mengklaim apa yang dilakukan Simic tak terlalu serius dan tidak sejauh seperti kabar yang banyak diberitakan.

Baca Juga : Cetak Gol di Final Piala AFF U-22 2019, Bripda Sani Rizki Dapat Penghargaan Kenaikan Pangkat

"Sebetulnya enggak sejauh itu, banyak beredar di luar-luar pelecehanya seperti apa (begini dan begitu), tidak," ucap Gusti Randa.

Ia kemudian menjelaskan bagaimana kronologi yang sebenarnya terkait kejadian saat di dalam pesawat.

Kasus pelecehan itu terjadi di dalam pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA0741 yang melayani rute Bali-Sydney.

Pada waktu itu, Simic bersama rombongan pemain Persija lainnya tengah menuju Australia untuk berlaga di kualifikasi Liga Champions Asia 2019.

Baca Juga : Dipenuhi Wanita Cantik dan Sosialita Kelas Atas, Inilah Daftar Akun Instagram Para Perempuan yang Diikuti Cristiano Ronaldo

Menurut Gusti Randa, Simic dan si perempuan yang diduga korban pelecehan itu ternyata sudah saling kenal di dalam pesawat.

"Simic duduk di kursi 37 perempuan itu ada di 39," ucap Gusti Randa.

Marko Simic ketika berada di pengadilan setempat pada Selasa pagi (12/2).

"Simic dengan perempuan ini sudah saling kenal. Artinya, kenal di atas pesawat. Bukan ujug-ujug tidak kenal," imbuhnya.

Sosok yang kini menjabat sebagai Komisaris PT Liga Baru Indonesia (LIB) itu juga membeberkan fakta bahwa Simic sempat memegang dua bagian tubuh si perempuan.

Baca Juga : Sani Rizki Tak Kuasa Menahan Tangis ketika Sang Ayah Ungkap Pekerjaan dan Mimpinya

Dia mengklaim Simic sempat memegang tangan dan paha si perempuan tersebut.

Hal itulah yang membuat si perempuan tidak terima dan melapor pada pramugara.

"Ada sedikit pegangan tangan, lalu merasa tidak suka. Lalu dipegang lagi pahanya, lalu tak suka. Nah perempuan itu melaporkan kepada pramugara," ujar Gusti Randa.

Perempuan tersebut akhirnya dipindahkan ke kursi lain dan Simic mendapat peringatan pertama dari pramugara.

Baca Juga : Media Asing Soroti Perayaan Kemenangan Timnas U-22 Indonesia, Mereka Sebut Begini soal Kondisi Penyambutan

"Simic hanya dikenakan warning pertama, terjadi saling maaf, dan Simic kembali ke kursinya," ujar Gusti Randa lagi.

Sempat terjadi upaya mediasi antara Simic dan perempuan tersebut ditengahi oleh pramugara.

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Gusti Randa menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela latihan timnas U-22 Indonesia di Stadion Madya, Jakarta, Senin (28/1/2019).

Namun, meski sempat menemui kata damai, upaya tersebut ternyata tak membuahkan hasil yang diinginkan.

Sebelum pesawat melakukan pendaratan, penyerang Persija Jakarta itu tiba-tiba mendapat peringatan terakhir atau warning card dari pramugara.

Baca Juga : Di Balik Sisi Garangnya, Marinus Wanewar Minta Jokowi Perbaiki Fasilitas Kampung Halaman

Hal ini menjadi tanda tanya bagi Gusti Randa, ia pun menganggap ada missing link sejak adanya kesepakatan damai di atas pesawat.

"Nah, disini ada miss link yang perlu saya kejar kenapa kok tiba-tiba sebelum landing Simic dibacakan final warning card oleh pramugara," imbuhnya.

Menurut BolaSport.com, Final warning card atau peringatan terakhir itu termasuk bagian dari manifest pesawat yang akan diserahkan kepada petugas bandara.

Otomatis, nama Simic sudah terdaftar sebagai "orang bermasalah" di pesawat dan menjadi tanggung jawab dari pihak berwenang.



Source : BolaSport.com,bolastylo.bolasport.com
Penulis : Eko Isdiyanto
Editor : Muhammad Shofii
Video Pilihan