Sayembara Mencari Tunggal Putri Petarung, Susy Susanti :Apa Perlu Dikasih Daging Macan Biar Galak?

Ananda Lathifah Rozalina Selasa, 25 Juni 2019 | 09:33 WIB
Susi Susanti optimis anak binaannya akan banyak mendulang medali emas (grid)

BolaStylo.com - Sektor tunggal putri dunia bulu tangkis Indonesia kini tengah menjadi sorotan.

Diantara sektor lainnya, tunggal putri merupakan salah satu yang menjadi sorotan.

Beberapa kali sektor ini mendapat kritikan dari penggemar bulu tangkis karena performa dan prestasinya.

Sektor tunggal putri Indonesia pun akhirnya melakukan berbagai tindakan pembenahan, termasuk merekrut mantan pelatih tim Jepang, Rionny Mainaky.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti sendiri menuturkan jika pihak PBSI sampai saat ini masih berjuang mencari tunggal putri tipe petarung.

Tunggal putri tipe petarung yang dimaksud Susy adalah tunggal putri yang tak gampang menyerah jika telah bertarung di lapangan.

Baca Juga: Digunakan Zheng Siwei/Huang Yaqiong, Ini Tampilan Tas Lining yang Colourfull Abis

Dilansir BolaStylo.com dari BadmintonIndonesia.org, Susi mengharapkan jika tunggal putri yang ada saat ini seperti Gregoria Mariska, Fitriani dkk bisa lebih meningkatkan kualitas.

"Saat ini tunggal putri yang harus ekstra kerja keras, makanya kenapa saya bawel ngomong terus, bukan menganakemaskan tunggal putri, tapi saya mau memacu semangat mereka. Saya bilang 'saya nggak terima, lho. Kita tuh bisa, bukannya nggak bisa, walaupun cuma satu orang, tapi bisa'. Bagaimana caranya menemukan yang satu orang ini," kata Susy saat diwawancara di Pelatnas Cipayung, Senin (24/6).

Lebih lanjut Susy menuturkan jika Gregoria adalah salah satu yang diharapkan menjadi tunggal putri petarung, hanya saja kondisinya masih kerap naik turun.

 

Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, bersiap melepas servis saat menjalani pertandingan melawan Abigail Holden pada penyisihan Grup B Piala Sudirman 2019 kontra Inggris di Guangxi Sports Center Gymnasium, Nanning, China, Minggu (19/5/2019).

"Kami berharap di Gregoria, tapi dia masih on-off begitu, kadang bagus, kadang dia kalah dengan dirinya sendiri. Kurang jaga badan, dia harus disiplin sama diri sendiri. Kalau tidak bisa jaga kondisi dampaknya apa? Latihannya kepotong, sudah naik, turun lagi, bagaimana mau ke atas, kalau sudah mulai naik, sakit, nanti sudah naik lagi, sakit lagi, kan susah," ujar Susy.

Demi meningkatkan motivasi anak-anak tunggal putri, Susi bahkan sempat bercanda soal memberi mereka makan daging macan agar menjadi lebih galak.

"Sudah, tidak usah memikirkan apa-apa, nekad dulu di lapangan. Sampai saya bercandain, apa perlu dikasih daging macan ya biar galak? Ha ha ha. Jangan kelemer-kelemer, memang kita ini putri Timur, tapi kalau di lapangan kan bukan putri Timur lagi. Di depan kalian itu musuh, lho, harusnya berpikir, dia atau saya yang mati? Harusnya berpikir seperti perang, kalau kita tidak melawan, ya kita yang akan mati. Itu yang kami terapkan, saya sendiri juga gemas," tutur Susy kepada Badmintonindonesia.org.

Pasalnya, pemain yang kerap terlihat pasrah di lapangan bisa menjadi hambatan dan membuat pemain dinilai kurang memiliki daya juang.

Meski begitu, Susy menyadari jika untuk memperbaiki tunggal putri kemungkinan membutuhkan waktu yang tak sebentar.

Banyak sudah masukan dan nasihat yang diberikannya, namun dalam sayembara siapa tunggal putri petarung yang berhasil di lapangan tentu bergantung pada diri masing-masing atlet.

Dalam ranking dunia saat ini, wakil tunggal putri Indonesia paing tinggi berada di posisi ke 13 yang dihuni Gregoria Mariska Tunjung.

Sementara Fitriani, berada di posis 30 dan Ruselli Hartawan di posisi 38 dunia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BolaStylo (@bolastylo) on

 



Source : Badminton Indonesia.org
Penulis : Ananda Lathifah Rozalina
Editor : Ananda Lathifah Rozalina
Video Pilihan