Seto Mulyadi Samakan Keputusan PB Djarum Seperti Anak Kecil yang Sedang 'Ngambek'

Eko Isdiyanto Senin, 9 September 2019 | 12:44 WIB
Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi (Kompas | Iwan Supriyanta)

BolaStylo.com - Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Seto Mulyadi sebut PB Djarum seperti anak kecil yang sedang 'ngambek' setelah memutuskan untuk menghentikkan audisi beasiswa bulu tangkis.

Keputusan PB Djarum untuk menghentikan audisi beasiswa bulu tangkis ternyata mendapat tanggapan dari ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia, Seto Mulyadi.

Seto Mulyadi bahkan tak segan menyebut PB Djarum sedang merajuk usai disebut telah mengekploitasi anak melalui iklan salah satu merek rokok di Indonesia itu.

Sebelumnya, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin memastikan bahwa Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis milik klub PB Djarum resmi ditiadakan pada 2020.

Hal tersebut dilakukan terkait klaim Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bahwa ajang itu merupakan bentuk eksploitasi anak untuk mempromosikan merek Djarum yang identik dengan produk rokok.

Baca Juga: Buntut Penghentian Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis PB Djarum 2020, Kak Seto Pertanyakan Soal Ketulusan?

Dilansir BolaStylo.com dari kompas.com, Seto Mulyadi menganggap keputusan yang ditetapkan PB Djarum seperti anak kecil yang sedang 'ngambek'.

"Saya melihat ini kok kayak anak kecil yang sedang ngambek," ucap Seto Mulyadi.

Selebihnya, pria berusia 68 tahun itu juga menyinggung ketulusan dan kesungguhan PB Djarum dalam mencari, membina dan menghasilkan bibit-bibit ungul bulu tangkis Indonesia.

Menurutnya, bila pihak PB Djarum memang serius seharusnya tidak menghentikan audisi dengan alasan iklan.

Baca Juga: Terkait Viralnya Foto Budi Sudarsono, Manajer PS Batam Beberkan Kejadian Sebenarnya

Seto Mulyadi juga menganggap walau anak-anak yang lolos audisi tetap dilarang merokok, tetapi citra yang dibangun tetap buruk.

"Lha terus kemurniannya dan ketulusannya bagaimana untuk membina anak-anak? Bila memang serius, seharusnya tidak menghentikan audisi dengan alasan iklan tersebut," ujar Seto Mulyadi.

"Bahwa dibalik audisi yang bersejarah dan menghasilkan pemain-pemain dunia adalah rokok," imbuhnnya.

Sebelumnya, Yoppy Rosimin selaku Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation mengaku langkah untuk menghentikan audisi bukan merupakan keputusan emosional tetapi sangat rasional.

Baca Juga: Momen Masa Lalu Cristiano Ronaldo Diungkap Kembali Oleh Legenda Manchester United

Ia sangat menyayangkan bahwa kegiatan program audisi yang dilakukan pihaknya dianggap mengekploitasi anak.

Meski demikian, ia tidak menampik bahwa masih memiliki program lain yang berkaitan dengan bidang olahraga.

"Keputusan untuk menghentikan audisi baru kita putuskan sejak rapat hari Rabu (4/9/2019) lalu, tetapi ini bukan keputusan emosional, ini sangat rasional," ujar Yoppy.

"Semangat kami adalah semangat untuk menjaring calon bintang bulu tangkis masa depan, lewat audisi umum beasiswa bulutangkis.

Baca Juga: Gara-gara Lintasan Basah, 11 Mobil Balap Berakhir Tragis Saat Berlomba

"Semangat yang ada dalam setiap audisi adalah sportivitas, jangan dibawa-bawa ke ranah yang tidak ada kaitannya dengan sportivitas.

"Ada program lain, tetapi masih kami rahasiakan," imbuhnya.



Source : bolastylo.bolasport.com
Penulis : Eko Isdiyanto
Editor : Eko Isdiyanto
Video Pilihan