Hantavirus Tewaskan Pria di China, Ini 4 Sumber Penyebaran dan Cara Mencegahnya

Aziz Gancar Widyamukti Rabu, 25 Maret 2020 | 20:59 WIB
Salah satu jenis tikus pembawa hantavirus (Peromyscus maniculatus) (NPS photo by Sally King)

BolaStylo.com - Hantavirus yang menewaskan seorang pria di China memicu kekhawatiran masyarakat di tengah pandemi virus corona.

Pada Senin (23/3/2020), otoritas distrik Ningshan, Provinsi Shaanxi memberi kabar bahwa ada seorang pria yang tewas di dalam bus.

Namun, pria tersebut tewas bukan karena terjangkit virus corona, melainkan terinfeksi hantavirus atau virus hanta.

Sebuah laporan dari China Globa Times menyebut bahwa pria asal Yunnan itu tewas di dalam bus dalam perjalanan pulang menuju Provinsi Shandong.

Baca Juga: Pria China Tewas karena Hantavirus, Kenali Gejala, Proses Penularan, hingga Vaksinasi

Munculnya hantavirus tentu menimbulkan kekhawatiran bagi masyaakat di dunia lantaran kasus virus corona atau Covid-19 hingga kini belum mampu di atasi.

Namun, hantavirus kabarnya tak seganas virus corona yang bisa menular antar-manusia.

Berdasarkan Pusat Penangan dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), ada empat jenis tikus yang menularkan hantavirus kepada manusia.

Baca Juga: Ibunda Presiden Jokowi Meninggal Dunia, Persija Jakarta Kirim Ucapan Belasungkawa

1. Tikus kapas (Sigmodon hispidus)

Tikus jenis ini ditemukan di AS tenggara dan merambah ke Amerika Tengah dan Selatan.

Hewan pengerat yang bertubuh lebih besar daripada tikus rusa ini juga khas dengan ukuran tubuh berkisar 5-7 inci atau sekitar 12,5-18 cm dan panjang ekor sekitar 7,5-10 cm.

Baca Juga: 4 Pemain Persib Paling Berjasa Kala Wander Luiz Garang di Liga 1 2020

Selain itu, Sigmodon hispidus memiliki bulu lebih panjang dan kasar dan bewarna keabu-abuan, atau hitam keabu-abuan.

Jenis virus yang ada dalam tikus berhabitat di semak belukar dan rumput tinggi ini adalah virus Black Creek Canal (BCCV).

2. Tikus rusa (Peromyscus maniculatus)

Tikus ini memiliki ciri mata dan telinga besar dan kepala serta tubuhnya berukuran sekitar 2-3 cm (untuk ukuran kepala), sementara untuk ukuran badan sekitar 5-7,5 cm.

Tikus yang panjang ekornya berkisar 5-7,5 cm ini umumnya memiliki warna abu-abu hingga cokelat kemerahan dan ekornya memiliki sisi putih yang tampak jelas.

Jenis hantavirus dari tikus yang bisa ditemukan seluruh Amerika Utara dan gurun ini yakni Sin Nombre (SNV).

3. Tikus beras (Oryzomys palustris)

Jenis tikus ketiga yang membawa hantavirus yakni tikus beras atau Oryzomys palustris.

Tikus ini memiliki postur tubuh lebih kecil jika dibandingkan dengan tikus kapas dengan panjang kepala 7,5-15 cm dan panjang ekor 10-18 cm.

Tikus beras memiliki ekor yang sangat panjang daripada empat jenis tikus pembawa hantavirus lainnya.

Baca Juga: Perangi Corona, Barcelona Pinjamkan Camp Nou untuk Pasien Covid-19

Selain itu, tikus ini memiliki bulu pendek, lembut, warna kecokelatan, serta kaki berwarna keputih-putihan.

Tikus yang banyak ditemukan di AS Tenggara dan Amerika Tengah ini membawa hantavirus bernama Bayou (BAYV).

4. Tikus putih (Peromyscus leucopus)

Jenis tikus lain yang menjadi sumber atau pembawa hantavirus yakni tikus putih atau Peromyscus leucopus.

Tikus ini memiliki ciri yang serupa dengan tikus rusa, dan normalnya mempunyai ekor dengan panjang 5-10 cm.

Sementara, bulu-bulu dari tikus putih berwarna pucat dan ada beberapa berwarna cokelat kemerahan dengan kaki berwarna putih.

Baca Juga: Gara-Gara Virus Corona, Nasib Lin Dan di Olimpiade Tokyo 2020 di Ujung Tanduk

Tikus ini memiliki jenis virus bernama virus New York (NYV).

Mereka banyak ditemukan di seluruh Inggris Baru bagian selatan dan Atlantik tengah dan negara bagian selatan, negara bagian barata tengah dan barat, Meksiko.

Selain itu itu, tikus putih juga menyukai daerah berhutan dan semak-semak, meskipun terkadang mereka akan menghuni lebih banyak tanah yang terbuka.

Meski CDC menyatakan hantavirus tidak dapat ditularkan dari manusia ke manusia, kabarnya penularan antar-manusia pernah didokumentasikan di Chili dan Argentina.

Baca Juga: Pengakuan Eks Man United Bertahan Hidup di Pusat Penyebaran Corona

Penularan ini terjadi pada orang yang melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi virus Andes.

Umumnya orang yang terinfeksi hantavirus adalah mereka yang di daerah pedesaan, hutan, dan ladang pertanian.

Cara efektif untuk mencegah hantavirus adalah dengan melakukan vaksinasi.

Baca Juga: Begini Jadinya Jika Mike Tyson Jadi Wasit MMA, Masih Terlihat Mengintimidasi!

Kabarnya, beberapa negara sudah mengembangkan vaksin multivalent rekombinan yang terdiri dari beberapa strain/serotype yang dapat mencegah infeksi hantavirus.

Vaksin ini diketahui berasal dari jaringan ginjal garbil dan hamster yang saat ini banyak diproduksi.

Sementara itu, di China dan Korea, pemberian vaksin hantavirus dapat menurunkan kasus infeksi pada manusia secara drastis.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BolaStylo (@bolastylo) on



Source : kompas
Penulis : Aziz Gancar Widyamukti
Editor : Aziz Gancar Widyamukti
Video Pilihan