Cerita di Balik Keputusan Pensiun Lee Chong Wei, Akui Alami Pergolakan Batin Hingga Blank

Ananda Lathifah Rozalina Selasa, 16 Juni 2020 | 14:00 WIB
Lee Chong Wei menangis saat memutuskan pensiun sambil ditemani Menpora Malaysia, Syed Saddiq. (TWITTER.COM/SYEDSADDIQ)

 

BolaStylo.com - Mantan tunggal putra nomor 1 Malaysia, Lee Chong Wei ternyata mengalami pergolakan batin saat umumkan keputusan pensiunnya.

Lee Chong Wei memilih mundur dari dunia bulu tangkis pada 13 Juni 2019 silam.

Ia akhirnya memilih mengakhiri 25 tahun kariernya dan mengubur keinginanya meraih emas Olimpiade.

Namun, tahukah kamu di hari ia akan mengumumkan keputusan pensiunnya itu, Lee sempat mengalami pergolakan batin.

Hal itu terjadi tepat di hari ia akan berangkat pada konferensi pers keputusan pensiunnya.

Lee mengakui sempat ragu dengan keputusannya.

Setelah mandi, Lee sempat menanyakan pada dirinya sendiri yang ada di depan cermin apakah ia masih mau bermain.

"Setelah mandi air hangat yang lama, saya melihat pria di cermin, "Ingin mencoba sekali lagi?" Lalu pandanganku tertuju ke leher dan tubuh saya. Tubuh saya sangat lemah dan kurus. Otot-ototku lembut jeli. Bekas luka di leher saya begitu dalam dan gelap setelah semua perawatan," tulis Lee Chong Wei di Instagramnya.

Setelah bertanya-tanya begitu, Lee Chong Wei akhirnya membuka lemari dan mengeluarkan sebuah jaket berstrip macan khas seragam Malaysia.

Di momen itu, istri Lee Chong Wei memeluknya sambil mengatakan jika suaminya telah memberikan semua yang dimilikinya untuk kariernya.

Lee dan keluarganya kemudian berangkat menuju ke tempat konferensi pers.

Di sepanjang jalan, Lee mencoba menghafal naskahnya sembari memegang erat tangan sang istri.

Dalam perjalanan itu, handpone Lee Chong Wei terus bergetar akibat pesan dari rekan tim, kerabat serta teman dekatnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

 

A post shared by Datuk Wira Lee Chong Wei (@leechongweiofficial) on

 

Saat sampai di tempat konferensi, Lee bertemu dengan para pelatihnya dan mendapatkan tepukan.

Para pelatihnya seolah tahu Lee tengah mencoba menjaga emosi agar tak menangis di depan umum.

Saat melakukan konferensi persnya, Lee mengaku tak bisa mengingat sama sekali naskah yang telah dipersiapkannya.

Ia berakhir hanya mengandalkan hal-hal penting yang diingatnya saja.

"Menghadapi kerumunan, saya sama sekali tidak ingat naskahnya, hanya mengandalkan pada poin-poin kunci untuk membawa saya melaluinya," tutur Lee.

Meski diluar terlihat baik-baik saja, Lee saat itu mengaku jika di dalam dirinya ia merasa gemetaran dan hancur.

"Di dalam, aku gemetaran, hancur," tambahnya.

Ia kemudian mengingat kilas balik masa-masa pelatihannya dan berakhir dengan tidak bisa menahan diri dan menangis.

"Kemudian, saat mulai berterima kasih kepada pelatihku, timku. Tiba-tiba, kilas balik tentang bagaimana saya dilatih di Penang adalah yang pertama. Kilas balik pelatihan pagi saya, lelucon dan olok-olok dengan rekan satu tim, berjalan ke pengadilan, teriakan Chong Lee Chong Wei "dari penggemar, emosi berdiri di podium melihat bendera Malaysia". Saya tidak bisa menahan diri. Saya menangis," ceritanya.

Meski begitu, Lee mengaku keputusannya untuk pensiun adalah keputusan yang tepat karena ia telah memberikan yang terbaik.

"Setahun sejak saya mengumumkan berakhirnya 25 tahun karir bulutangkis aktif saya. Itu tidak akan pernah sama lagi bagi saya, tetapi saya pikir saya masih membuat keputusan yang tepat. Lagi pula, saya telah memberikan segalanya, yang terbaik, meskipun terkadang yang terbaik mungkin tidak cukup baik," pungkasnya.



Source : bharian
Penulis : Ananda Lathifah Rozalina
Editor : Ananda Lathifah Rozalina
Video Pilihan