Cerita Valentino Rossi Dipandang Remeh Sebagai Anak dari Pembalap Gagal

Eko Isdiyanto Jumat, 3 Juli 2020 | 09:06 WIB
Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi (kiri), berbicara dengan pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, saat konferensi pers menjelang seri balap MotoGP Qatar di Sirkuit Losail, Qatar. 7 Maret 2019. (TWITTER.COM/F1EFSANE)

BolaStylo.com - Valentino Rossi pernah dipandang remeh sebagai anak dari pembalap gagal oleh petinggi salah satu tim terpandang di MotoGP.

Sebelum menjadi pembalap legendaris di ajang MotoGP, sosok Valentino Rossi sempat hanya dipandang sebelah mata oleh tim pertama yang menaunginya.

Pendiri tim Aprilia, Ivano Beggio melalui buku autobiografinya menjelaskan bagaimana ia memandang sebelah mata Valentino Rossi pada saat itu.

Beggio terkenal sebagao sosok yang berhasil membawa talenta-talenta muda pembalap hebat dari Italia ke ajang balap motor bergengsi itu.

Beberapa nama tenar selain Valentino Rossi yang dibawa Ivano Beggio seperti Max Biaggi, Loris Capirossi hingga Marco Simoncelli.

Baca Juga: Liverpool Kalah, Juergen Klopp Bentak Wartawan Pasca Pertandingan

Namun sebelum menyelesaikan buku autobiografi miliknya, Beggio menghembuskan nafas terakhirnya pada tahun 2018.

Meski begitu, media terkemuka di Spanyol, Marca melaporkan sebagian tulisan yang didedikasikan Beggio untuk sosok Rossi.

Salah satunya menceritakan pertama kali Rossi muda diperkenalkan sebagai pembalap muda menjanjikan oleh Carlo Pernat kepadanya.

Akan tetapi, pada saat itu Beggio hanya memandang Valentino Rossi sebagai sosok anak dari pembalap gagal yang sering kecelakaan, Graziano Rossi.

Baca Juga: Liverpool Dibantai, Bintang Man City Ini Tak Mau Beri Guard of Honour

"Rossi diajak ke kantor oleh Carlo Pernat sebagai pembalap muda yang menjanjikan," tulis Beggio.

"Tetapi kami cuma menganggapnya sebagai putra Graziano Rossi, seorang pembalap hebat tahun 80-an yang gagal karena sering kecelakaan," imbuhnya.

Walaupun dianggap sebagai pembalap gagal, Graziano memiliki peran besar dalam pengembangan motor dan debut anaknya.

Hingga pada akhirnya Valentino Rossi berhasil bergabung dengan tim milik Beggio, Aprilia dan menandatangani kontrak pertama di tahun 1996.

Baca Juga: Floyd Mayweather Rendahkan Muhammad Ali, Mike Tyson Beri Petuah Bijak!

Valentino Rossi menerima bayaran untuk kontrak pertamanya sebesar 30 juta lira Italia atau sekitar 247 juta rupiah.

Tahun 1996, talia masih menggunakan mata uang lira sebelum akhirnya memutuskan bergabung dengan Uni Eropa untuk menggunakan mata uang Euro.

"Graziano juga membantu perkembangan motor 125cc kami," ujar Ivano Beggio.

"Lalu siapa yang menyangka bahwa anak laki-lakinya, yang dahulu menerima 30 juta lira Italia.

Baca Juga: Ejek Lionel Messi, Dugarry Ikut Komentari Nasib Antoine Griezmann di Barcelona

"Kini menjadi suksesor Giacomo Agostini menjadi bintang besar," imbuhnya.

Hubungan antara Rossi dan Aprilia telah membawa kedua belah pihak mencapai kesuksesan sekaligus ketenaran.

Valentino Rossi tercatat hanya empat tahun bergabung dengan tim Aprilia yakni pada rentan 1996-1999.

Selama empat musim membela Aprilia, pembalap 41 tahun itu menghasilkan 1 gelar juara dunia 125cc dan 1 titel kampiun 250cc.

Baca Juga: Zidane Akhirnya Merespon Keluhan James Rodriguez yang Jarang Dimainkan di Real Madrid

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Red Wine memang memiliki manfaat untuk tubuh, tapi sekali lagi, jangan berlebihan ya! #wine #redwine #bugar #gridnetwork

A post shared by BolaStylo (@bolastylo) on



Source : Marca,Tuttomotoriweb.com
Penulis : Eko Isdiyanto
Editor : Eko Isdiyanto
Video Pilihan