MotoGP 2020 - Bos Yamaha Angkat Bicara Soal Kisruh Rossi dan Mekanik

Eko Isdiyanto Jumat, 31 Juli 2020 | 06:00 WIB
Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, berbicara dengan kepala krunya, David Munoz, di sela-sela sesi tes menjelang seri balap perdana MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez, Spanyol, 15 Juli 2020. (YAMAHA MOTOR RACING SRL)

BolaStylo.com - Kabar yang menyebutkan Valentino Rossi berselisih dengan mekanik terkait setelan motor turut membuat bos Yamaha, Lin Jarvis buka suara.

Sebelum berhasil naik podium di MotoGP Andalusia 2020, Valentino Rossi disebut sempat berselisih paham dengan para teknisi Yamaha.

Podium di MotoGP Andalusia 2020 dirayakan dengan suka cita oleh Valentino Rossi di depan tribune kosong Sirkuit Jerez, Spanyol, Minggu (26/7/2020).

Hal itu dilakukan pembalap berjuluk The Doctor tak hanya karena puas dengan hasil yang diraihnya setelah 469 hari absen menapakan kaki di podium.

Dilansir BolaStylo.com dari GPOne, kebahagiaan Rossi yang dirayakan di atas podium ternyata juga luapan perasaan usai dirinya menuntaskan misi pembuktian.

Baca Juga: Lucu, Begini Akhir dari Aksi Saling Ejek Fan Arsenal dan Lionel Messi

"Saya harus berjuang selama empat hari untuk melakukan apa yang ingin saya dan tim lakukan terhadap motor," ucap Rossi seperti dikutip BolaSport.com. "Jika kami menyerah, mungkin kami akan kembali tampil buruk pada balapan kali ini," imbuhnya.

Seolah tak ingin muncul spekulasi mengenai hubungan tidak harmonis Rossi dan para mekaniknya, bos Yamaha turut angkat bicara.

Managing Diretor Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis lantas memberi klarifikasi mengenai rumor terkait hubungan Rossi dan para mekaniknya.

Baca Juga: Hingga Akhir Hayatnya, Duel Impian Ayah Khabib Belum Terwujud

Jarvis menyebut, Rossi ingin kembali ke setelan lama ketimbang setelan standar yang telah dikembangkan Yamaha untuk semua pembalap MotoGP.

Akan tetapi, yang terjadi justru teknisi Yamaha malah menerapkan sesuai dengan setelan pembalap tercepat Yamaha, Fabio Quartararo.

Ditambah, data telemetri yang mengamati perkembangan Valentino Rossi tidak menunjukkan perbedaan besar dengan pembalap Yamaha lain.

"Biasanya, teknisi memiliki banyak data untuk dianalisis, tetapi di sisi lain, mereka harus mendengarkan masukan pebalap," ucap Lin Jarvis.

Baca Juga: Timo Werner & Hakim Ziyech Datang, Legenda Chelsea Ikut Resah

"Situasi menjadi lebih sulit ketika Anda memiliki beberapa pebalap yang cepat dan satu yang ingin membuat perubahan," imbuhnya.

Lebih lanjut, kondisi ini menyisakan pertanyaan mengenai Rossi yang harus mendapat ijin Yamaha dalam mengubah setelan motor.

Selain Lin Jarvis, mantan pelatih Valentino Rossi di Yamaha, Luca Cadalora turut melontarkan pendapatya.

Cadalora menilai semua pembalap terkadang membutuhkan alasan kuat untuk dapat mengubah setelan motor yang diterapkan para teknisi.

Baca Juga: MotoGP Brno 2020 - Mulai Mendominasi, Yamaha Terancam Konsekuensi Ini!

Hal itu berlaku juga berlaku bagi Valentino Rossi meskipun dirinya berstatus pembalap paling senior di Yamaha, bahkan di MotoGP.

Ia pun maklum ketika Rossi mengalami kesulitan dalam memperjuangkan setelan motor yang sesuai dengan gaya balapnya.

"Terkadang Anda harus memberikan alasan untuk perubahan yang menyimpang dari setelan dasar yang diputuskan oleh teknisi Yamaha," ucap Cadalora.

"Itu sering terjadi, jika ada pebalap yang cepat, tim cenderung menjadikan setelan mereka sebagai standar.

Baca Juga: MotoGP Brno 2020 - Sesumbar Anak Didik Rossi Pakai Desmocedici GP20

"Akan tetapi, setelan itu mungkin tidak cocok dengan gaya berkendara pebalap lain, dalam hal ini dengan Valentino," imbuhnya.



Source : BolaSport.com
Penulis : Eko Isdiyanto
Editor : Eko Isdiyanto
Video Pilihan