Kompas100 CEO Forum, Health Care Industry Post Pandemic Jadi Tantangan Indonesia

Eko Isdiyanto Rabu, 10 November 2021 | 11:07 WIB
Lewat Surat Edaran yang dikeluarkan Kemenkes RI, kelompok lansia, ibu menyusui, komorbid, dan penyintas Covid-19 diizinkan untuk divaksin Covid-19 (Freepik .com)

BolaStylo.com - Pemerintah Indonesia terus melakukan pemulihan akibat gempuran pandemi Covid-19 di sektor ekonomi, industri kesehatan memegang salah satu kuncinya.

Berbagai kebijakan strategis disusun dan diambil demi mencapai ekonomi sehat pada 2022, dan menjadi hal krusial yang dibahas di Kompas100 CEO Forum ke-12.

Digelar pada Rabu (10/11/2021) dan dapat diikui secara virtual oleh semua masyarakat Indonesia, forum yang hendak hendak membangkitkan optimisme.

Harian Kompas berkolaborasi bersama East Ventures mengadakan acara Kompas100 CEO Forum dan rangkaiannya.

Salah satunya adalah CEO Live Series 1 yang dipersembahkan oleh Eka Hospital dengan tema Health Care Industry Post Pandemic.

Baca Juga: Gak Perlu Tunggu Lama Lagi, Kamar Mandi Bersih Hanya Dengan Bahan Sederhana Ini!

Forum ini menjadi dialog antara para Pemerintah Indonesia, pimpinan perusahaan, dan komunitas-komunitas publik, khususnya peran industri kesehatan.

Termasuk tradisi research and development di bidang medis, hingga kesiapan kita dalam menjalani transformasi digital yang turut mendorong inovasi di sektor ekonomi.

Hingga penguatan akan besarnya kontribusi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam ketahanan dan pertumubuhan ekonomi nasional.

Arianti Anaya selaku plt Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes RI, menyebut pandemi Covid-19 menguji kesiapan alat kesehatan Indonesia.

Baca Juga: Nyesal Baru Tahu! Konsumsi Telur Rebus Sebelum Tidur Bantu Dapat Hal Baik Ini untuk Tubuh

"Karena ketidak mandirian kita, kita tidak siap khususnya produk-produk kesehatan, farmasi, alat kesehatan hingga vaksin," ucap Ariani.

"Industri kita 90 persen ada di dalam negeri, tapi bahan bakunya di luar, India dan China itu mayorita. Alat kesehatan juga sama, 90 persen diimpor dari luar.

"Dan juga vaksin," imbuhnya.

Lebih lanjut, Ariani menyebut ketidaksiapan Indonesia dalam menyediakan alat kesehatan membuat pemerintah melakukan impor, termasuk obat dan vaksin.

Baca Juga: Nyesel Baru Tahu! Dampak Buruk Konsumsi Alpukat, Bahayakan Hal Ini

Hal itu juga yang membuat harga obat di dalam negeri melonjak, hingga pemerintah harus memberi batasan harga, termasuk impor oksigen.

Di awal pandemi, vaksin Covid-19 menjadi rebutan semua banyak negara termasuk di dalamnya Indonesia.

Bagi Ariani, pengalaman pandemi mengharuskan Indonesia belajar akan kemandirian sektor kesehatan terhadap kesediaan farmasi dan alat kesehatan.

"Kemandirian terhadap farmasi dan alat kesehatan sangat memengaruhi ketahanan nasional, dan didalamnya berdampak besar pada ekonomi," ujar Ariani.

Baca Juga: Rutin Konsumsi Terong Rebus Ternyata Bawa Banyak Manfaat loh

"Apa yang terjadi harus menjadi pembelajaran kita untuk bangkit bersama-sama. Baik pemerintah, sektor swasta untuk bisa membangun industri di dalam negeri," imbuhnya.

Lebih lanjut, Ariani juga menyebut pihak-pihak yang bisa mengatasi permasalahan di tengah pandemi Covid-19 di Indonesia.

TNI Polri turut memberi dukungan penuh, saat nakes Indonesia terkendala Alat Pelindung Diri (APD) dan remdesivir yang saat itu dibutuhkan.

Arianti Anaya mengaku dibantu Kementrian Luar Negeri dan Bio Farma melalui CEO, Honesti Basyir guna mencari remdesivir sebagai obat untuk masyarakat.

Baca Juga: Dipercaya Tingkatkan Risiko Gagal Jantung, Yuk Hindari Kebiasaan Buruk Ini

Masalah tak berhenti sampai disitu, pihak Dirjen Kefarmasian dan Kesehatan Kemenkes RI sampai harus mencarter pesawat guna mengambil bahan obat ke luar negeri.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BolaStylo (@bolastylo)



Source : bolastylo.bolasport.com
Penulis : Eko Isdiyanto
Editor : Eko Isdiyanto
Video Pilihan