Dalang di Balik Keracunan Roman Abramovich, Versi Presiden Ukraina

Eko Isdiyanto Selasa, 29 Maret 2022 | 09:33 WIB
Imbas perang Rusia-Ukraina pemilik Chelsea Roman Abramovich diduga diracun. (Instagram @roman_chelseafc)

BolaStylo.com - Perundingan damai Rusia-Ukraina membuat bos Chelsea, Roman Abramovich menjadi korban keracunan dan ternyata kejadian ini terjadi di awal bulan Maret 2022.

Keracunan senjata kimia yang dialami Roman Abramovich membuatnya mengalami gejala yang mengerikan, mulai dari matanya memerah hingga kulit wajah mengelupas.

Insiden ini tak hanya dialami Roman Abramovich, tetapi juga dua negosiator yang berasal dari Ukraina, meski begitu ketiganya sudah dikabarkan pulih kembali.

"Tiga anggota delegasi yang menghadiri pembicaraan damai Ukraina dan Rusia pada 3-4 Maret 2022 mengalami gejala keracunan senjata kimia," tulis laporan Bellingcat, dikutip dari Sky Sports.

"Salah satu korbannya adalah pengusaha asal Rusia, Roman Abramovich." imbuh mereka.

Baca Juga: Ngeri! Gejala Keracunan yang Dialami Roman Abramovich Karena Senjata Kimia

Wall Street Journal melaporkan jika pihak Ukraina menuduh kelompok garis keras Moskow sebagai otak dari insiden peracunan itu.

Kelompok tersebut diyakini ingin melakukan sabotase guna mengakhiri pembicaraan yang bertujuan untuk mengakhiri perang.

Hal yang sama diungkapkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang juga bertemu Abramovich di Kiev disebut tak mengalami gejala apa pun.

Juru bicara Zelensky juga menyebut sang presiden tidak tahu-menahu soal insiden itu, pihak Ukraina menduga kelompok garis keras di Moskow yang ingin menyabotasi perundingan damai.

Baca Juga: Nggak Sopan! Jake Paul Minta Will Smith-Chris Rock Duel, Dibayar Segini

Sementara itu orang dekat Abramovich dalang yang mengincar para negosiator ini belum diketahui dengan jelas, namun pemilik Chelsea seolah menjadi targetnya.

Sejak insiden tersebut, Abramovich dilaporkan telah terbang ke Lviv, Istanbul, dan berbagai tempat lain untuk keperluan negosiasi Rusia-Ukraina.

Atas usahanya itu, Zelensky meminta agar Abramovich tidak dimasukkan dalam daftar oligarki yang dikenai sanksi oleh negara-negara Barat.

Meskipun Abramovich merupakan salah satu orang terdekat Putin, bahkan ia merupakan orang pertama yang merekomendasikan Putin sebagai suksesor Boris Yetsin.

Baca Juga: Puasa Ramadhan Sebentar Lagi, Waktu Terbaik Terapkan Diet Sehat Penuh Pahala

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BolaStylo (@bolastylo)





Source : Wall Street Journal,Sky Sports
Penulis : Eko Isdiyanto
Editor : Eko Isdiyanto
Video Pilihan