Vietnam Tak Bisa Pakai Stadion My Dinh, Ada yang Sengaja Nunggak Pajak

Eko Isdiyanto Jumat, 12 Agustus 2022 | 19:57 WIB
Pelatih timnas Vietnam, Park Hang-seo. (bongda.com.vn)

BOLASTYLO.COM - Di balik prestasi mentereng timnas Vietnam di kancah ASEAN, anak asuh Park Hang-seo justru terancam dilarang bermain di Stadion My Dinh.

Isu dilarangnya timnas Vietnam bermain di Stadion My Dinh ini seiring rencana FIFA Matchday yang bakal digelar pada pertengahan September mendatang.

Dilansir BolaStylo.com dari Bongda24h.vn, Dewan Manajemen Kompleks disebut membiarkan adanya tunggakan pajak terhadap negara.

Hingga saat ini, Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF) dan Park Hang-seo selaku pelatih kepala sepakat tidak melakukan pemusatan latihan di luar negeri.

Sebagai gantinya, VFF bakal mendatangkan lawan ke Vietnam dan membuat skuat asuhan Park Hang-seo menjadi tuan rumah dalam pertandingan yang digelar.

Baca Juga: Link Live Streaming Final Piala AFF U-16 2022 - Restu Orang Tua, untuk Indonesia Juara!

Namun adanya pembiaran tunggakan pajak yang dilakukan Dewan Manajemen Kompleks ini membuat kekhawatiran suporter jika timnas Vietnam bakal dilarang bermain di Stadion My Dinh.

Menurut laporan yang sama, pajak Kompleks Olahraga Nasional My Dinh mencapai lebih dari 800 miliar VND atau sekitar lebih dari Rp500 miliar.

Otoritas pajak bahkan sudah mengambil tindakan dengan mengeluarkan 'Pemaksaan Pemberhentian Penggunaan Faktur' guna menstop pendapatan dan pengeluaran unit ini.

Meskipun pada faktanya, Vietnam yang selalu bermain di Stadion My Dinh menggunakan faktur tunggal, sebagai solusi sementara dari masalah penunggakkan pajak ini.

Baca Juga: Sifat Suporter Timnas Indonesia di Mata Pelatih Vietnam: Terlalu Heboh, Menakutkan!

"Prinsipnya kalau pajak tidak bisa dibayar, penegakannya sudah benar," ucap Dang Ha Viet selaku Direktur Departemen Umum Pendidikan Jasmani dan Olahraga.

"Namun, tim Vietnam tetap bisa bermain di Stadion My Dinh dengan opsi mengajukan single invoice. Single invoice ini berlaku sekali.

"Akan tetapi single invoice memiliki tarif pajak yang sangat tinggi yaitu 18%. Ini hanya solusi sementara untuk aktivitas di Kompleks Olahraga My Dinh." imbuhnya.

Saat ini, Kompleks Olahraga Nasional My Dinh masih dapat menghasilkan pendapatan dengan menggunakan tagihan tunggal.

Baca Juga: Belum Juga Revans, Pelatih Vietnam U-16 Keder Duluan dengan Suporter Indonesia

Namun, mereka harus memastikan kondisi bahwa mereka berkomitmen untuk membayar pajak sesuai dengan tagihan individu dalam waktu yang terbatas.

Selain itu, 15% dari pendapatan pada faktur harus digunakan untuk melunasi kewajiban pajak sebelumnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BolaStylo (@bolastylo)



Source : bolastylo.bolasport.com,Bongda24h.vn
Penulis : Eko Isdiyanto
Editor : Eko Isdiyanto
Video Pilihan