Anarkisme Oknum Suporter Coreng Perayaan Gelar Juara Persija Jakarta

Eko Isdiyanto Senin, 10 Desember 2018 | 15:33 WIB
Selebrasi para pemain Persija seusai membobol gawang Mitra Kukar pada pekan ke-34 Liga 1 2018 di SUG (FERI SETIAWAN/BOLASPORT.COM)

BolaStylo.com - Gelar juara Liga 1 2018 Persija Jakarta tercoreng dengan aksi anarkis segelintir oknum suporter hingga mengakibatkan korban luka.

Puluhan oknum suporter Persija Jakarta melakukan aksi anarkis di sebuah minimarket di Jalan Pitara RT 03/19, Kelurahan Pancoran Mas, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok.

Peristiwa anarkis terjadi sebelum laga Persija Jakarta melawan Mitra Kukar, Minggu (9/12/2018) sekitar pukul 13.00 WIB.

Bahkan, oknum suporter juga melakukan pengeroyokan terhadap seorang tukang parkir (Fahrul Irfan, 24) dan karyawan minimarket (Candra Wijaya, 19).

Dilansir BolaStylo.com dari BolaSport.com, akibat aksi tersebut, Fahrul Irfan mengalami luka memar dan sobek pada bagian bawah mata dan kening sebelah kanan.

Baca Juga : Bek Tangguh Liverpool Ucapkan Selamat untuk Marko Simic, Fan Persija Beri Reaksi Tak Terduga

Sementara Candra Wijaya, mengalami luka sobek pada pelipis mata kanan dan kehilangan sebuah smartphone karena dirampas oleh oknum suporter Persija.

Kedua korban telah dibawa ke klinik terdekat pasca kejadian dan kini menjalani rawat jalan.

Terkait aksi anarkis yang memakan korban luka itu, Kapolsek Pancoran Mas, Kompol Roni Wowor menyatakan tengah memburu oknum suporter tersebut.

Roni memastikan pihaknya akan mengungkap dan menangkap pelaku pengeroyokan dan pengerusakan.

Baca Juga : Tawa di Jakarta dan Tangis di Makassar, Ada Kisah Saudara Sedarah di Antara Persija Jakarta dan PSM Makassar

Diduga pelaku pengeroyokan dan perusakan adalah The Jakmania asal Depok atau Bojonggede, Kabupaten Bogor.

"Kami masih dalami agar para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya," ucap Roni.

Menurut Roni, kejadian bermula ketika ada salah seorang suporter yang terjatuh dari bus karena tersangkut kabel.

"Sekitar 75 meter sebelum minimarket yang dirusak, salah satu suporter yang naik diatas bus terjatuh karena tersangkut kabel," ucap Roni lagi.

Baca Juga : Video Gol Kontroversial Persija Jakarta Timbulkan Keributan di Kalangan Netizen

Bus yang membawa rombongan suporter kemudian berhenti di depan minimarkert dan menutup akses jalan ke halaman parkir.

"Karenanya tukang parkir minimarket atas nama Fahrul Irfan meminta bus yang berhenti agak dimajukan, supaya akses keluar masuk kendaraan di halaman parkir tidak terganggu. Namun para suporter yang ada di bus tidak terima dan marah," ujar Roni.

Melihat pengeroyokan terhadap Fahrul Irfan, Candra Wijaya mencoba untuk memvideokan aksi anarkis tersebut.

Baca Juga : Gagal Debut Lagi, Egy Maulana Vikri Tetap Mempesona Bagi Lechia Gdansk

Sayangnya para oknum pengeroyokan melihat Candra Wijaya dan merampas ponselnya.

"Akhirnya para suporter juga menganiaya Chandra dan merampas ponselnya," tutur Roni.

Setelah melakukan pengeroyokan para oknum tersebut menuju minimarket dan melakukan pengerusakan.

Baca Juga : Persija Juara Hingga Duo Klub Raksasa Sumatera Terdegradasi, 3 Hal Menarik Pekan Pamungkas Liga 1 2018

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Manajer Bhayangkara FC, Sumardji, mengatakan bahwa Saddil Ramdani akan bergabung dengan timnya pada musim 2019. Saddil Ramdani diproyeksi akan bergabung dengan Bhayangkara FC pada Januari 2019. Tentu saja itu menjadi sebuah kejutan lantaran Saddil Ramdani saat ini masih merupakan pemain Persela Lamongan. Besar kemungkinan pemain timnas U-19 Indonesia itu tidak akan memperpanjang kontraknya bersama Persela Lamongan pada musim 2019. "Musim depan Saddil Ramdani gabung bersama Bhayangkara FC," kata Sumardji yang dikutip BolaStylo.com dari BolaSport.com Sumardji menambahkan bahwa Bhayangkara FC yang tidak meminta Saddil Ramdani untuk bergabung dengan timnya. Kata Sumardji, Saddil Ramdani sendiri yang diminta keluarganya untuk bergabung ke Bhayangkara FC. "Orang tua dia pernah menelepon saya dan memang Saddil Ramdani yang mau menjadi polisi dan bergabung dengan Bhayangkara FC," kata Sumardji. "Tinggal apakah Saddil Ramdani mau tahun depan menjadi polisinya atau tahun-tahun berikutnya, itu tergantung dia," kata Sumardji menambahkan. Sumardji juga mengatakan bahwa Saddil Ramdani bisa saja membela Bhayangkara FC pada Piala Indonesia 2018. Satu syaratnya itu apabila Bhayangkara FC masuk ke 32 besar, yang dimana pertandingan itu digelar pada Januari 2019. "InsyaAllah kalau masuk 32 besar Saddil Ramdani bisa bermain dengan kami," kata Sumardji. #bhayangkarafc #bfc #perselalamongan #lamania #saddil #ramdani #saddilramdani

A post shared by BolaStylo (@bolastylo) on



Source : BolaSport.com,bolastylo.bolasport.com
Penulis : Eko Isdiyanto
Editor : Muhammad Shofii
Video Pilihan