5 Hal yang Harus Dihindari Agar Maag Tidak Kambuh saat Berpuasa

Aziz Gancar Widyamukti Rabu, 8 Mei 2019 | 05:00 WIB
Perbedaan sakit maag dan GERD (tribunnews.com)

BolaStylo.com - Maag adalah salah satu penyakit yang menjadi suatu halangan dalam melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Gejala maag biasanya ditandai dengan nyeri di perut, mual, kembung, serta dada terasa perih.

Meski demikian, penyakit maag sebetulnya bukan menjadi suatu halangan terbesar bagi penderitanya yang ingin melaksanakan ibadah puasa.

Pasalnya, ada tips dan hal-hal yang perlu dihindari agar gejala maag tidak kambuh saat penderitanya ingin memaksimalkan ibadah puasa.

Berikut BolaStylo.com melansir dari Tribun Style, 5 hal yang harus dihindari penderita maag saat berpuasa.

1. Segera berbuka saat tiba waktunya

Penderita maag dianjurkan untuk segera berbuka puasa setelah menahan makan dan minum selama lebih dari 12 jam.

Sebab, durasi berpuasa yang lama dikhawatirkan akan membuat asam lambung penderita maag naik.

Baca Juga : Puasa Tetap Ngopi, Ini Tips Supaya Tidak Mengganggu Kesehatan

Maka dari itu, penderita maag sangat disarankan untuk segera makan dan minum jika sudah tiba waktunya berbuka puasa.

Hal ini sangat perlu diperhatikan karena perut seorang penderita maag harus segera terisi setelah hampir seharian berpuasa.

2. Makan makanan secara perlahan

Walaupun penderita maag dianjurkan untuk segera berbuka, mereka tak boleh langsung terburu-buru saat makan.

Penderita maag disarankan untuk berbuka puasa dengan mengonsumsi makanan secara perlahan.

Baca Juga : Puasa Tanpa Gangguan Asam Lambung, Ini Tips Ampuh yang Layak Dicoba

Sebab, makan terburu-buru dengan porsi besar justru akan membuat perut seorang penderita maag terasa sakit.

Maka dari itu mulailah berbuka dengan camilan ringan berupa kurma atau roti dan segelas air hangat.

3. Minum obat

Obat menjadi salah satu solusi jika seseorang sudah menderita penyakit maag yang cukup parah.

Namun perlu diketahui, konsumsi obat penderita maag juga harus melalui tahap konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Baca Juga : 5 Kebiasaan yang Bisa Merusak Kekebalan Tubuh, dari Jenis Asupan hingga Tabiat Tidur

Dengan demikian, penderita maag akan mengetahui takaran obat yang harus dikonsumsi pada waktu berbuka dan sahur sesuai dengan resep dokter.

4. Hindari makanan yang meningkatkan asam lambung

Penderita maag lebih baik menghindari makan makanan yang dapat meningkatkan asam lambung ketika hendak memaksimalkan ibadah puasa.

Hindari makanan makanan seperti cokelat akan mudah meningkatkan asam lambung.

Sebaiknya hindari makan cokelat, gorengan, dan buah-buahan yang mengandung asam seperti jeruk, lemon dan sebagainya saat berbuka puasa.

5. Konsumsi makanan yang lambat dicerna

Sesuai yang sudah diuraikan, penderita maag disarankan untuk makan makanan secara perlahan.

Selain itu, mereka juga dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang lambat dicerna.

Sebab, makanan yang lambat dicerna akan lebih lama bertahan di perut dan membuat rasa lapar berkurang.

Baca Juga : Seorang Wanita Terinfeksi Bakteri Langka karena Sering Makan Makanan yang Disimpan di Kulkas

Contoh makan makanan yang lambat dicerna adalah yang mengandung karbohidrat tinggi serat seperti gandum dan nasi merah.

Dua makanan tersebut memungkinkan akan bertahan lama di perut dan membuat rasa lapar berkurang.

Selain itu, penderita maag juga harus menghindari stress yang dapat berpengaruh terhadap naiknya asam lambung.

Alihkan stressmu dengan perbanyak ibadah agar hati dan pikiran menjadi tenang.



Source : Tribun Style
Penulis : Aziz Gancar Widyamukti
Editor : Aziz Gancar Widyamukti
Video Pilihan