4 Fakta Menarik Seputar Suksesor Pep Guardiola di Manchester City Keturunan Indonesia

Eko Isdiyanto Senin, 30 September 2019 | 07:23 WIB
Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino (kiri), bersama juru taktik Manchester City, Pep Guardiola (kanan). (TWITTER.COM/MIRRORFOOTBALL)

BolaStylo.com - Mantan pesepak bola keturunan Indonesia asal Belanda santer dikabarkan akan menjadi penerus Pep Guardiola di Manchester City.

Mantan pemain sepak bola yang memiliki garis keturunan Indonesia asal Belanda dikabarkan menjadi suksesor masa depan Pep Guardiola di Manchester City.

Sosok keturunan Indonesia ini juga pernah menjadi bagian dari Barcelona dan sukses membawa timnas Belanda menjadi runner up Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Santer dikabarkan bahwa sosok ini telah disiapkan untuk masa depan Manchester City sebagai pengganti Pep Guardiola.

Meski mantan pelatih Barcelona dan Bayern Muenchen ini banyak memberikan trofi juara untuk The Citizen, tetapi belum tentu ia akan bertahan selamanya di klub.

Baca Juga: Ratchanok Intanon Terciduk Bilang Begini pada Fajar Alfian Usai Korea Open 2019

Dilansir BolaStylo.com dari Mirror, sosok keturunan Indonesia calon pengganti Pep Guardiola ini adalah Giovanni van Bronckhorst.

Pria kelahiran Rotterdam, 5 Mei 1975 ini memang merupakan sosok yang memiliki garis keturunan Indonesia tepatnya dari Provinsi Maluku.

Sebagai pemain ia pernah membela dua klub elite dunia, yakni Arsenal (2001-2003) dan Barcelona (2003-2007).

Selama kariernya, Van Bronckhorst tampil sebanyak 106 kali untuk timnas Belanda.

Baca Juga: Meski Memiliki Rasa Asam, Ternyata Stroberi Punya Banyak Manfaat Kesehatan

Ia juga turut menjadi membela Belanda dalam 3 Piala Dunia, yaitu pada 1998, 2006, dan 2010.

Selain piala dunia, Van Bronckhorst juga ikut bertarung bersama Belanda dalam 3 Euro, pada 2000, 2004, dan 2008.

Mantan pemain yang berposisi sebagai gelandang dan bek kiri ini ditunjuk sebagai kapten timnas Belanda di final Piala Dunia 2010.

Di tahun yang sama, ia memutuskan untuk pensiun sebagai pemain sepak bola usai gagal membawa timnas Belanda meraih gelar juara Piala Dunia 2010.

Baca Juga: Menangi Gelar Pertamanya Setelah 3 Tahun, Tunggal Putri China Akui Pikirannya Kini Kosong

Dilansir BolaStylo.com dari BolaSport.com, berikut ini 4 fakta menarik seputar suksesor Pep Guardiola di Manchester City yang memiliki garis keturunan Indonesia.

1. Kembalikan Kejayaan Feyenoord

Pada Mei 2017, Van Bronckhorst menukangi Feyenoord untuk mengakhiri puasa gelar juara Liga Belanda selama 18 tahun.

Feyenoord memastikan titel setelah menang 3-1 atas Heracles dalam pertandingan pekan terakhir di Stadion Feijenoord, Rotterdam, Minggu (14/5/2017).

Tim asuhan Van Bronckhorst finis di pucuk klasemen dengan koleksi 82 poin dari 34 laga. Mereka unggul cuma satu angka atas Ajax Amsterdam yang saat bersamaan mengalahkan Willem II lewat skor 3-1.

Kesuksesan ini seperti pelepas dahaga bagi Feyenoord. Terakhir kali mereka menguasai Liga Belanda adalah 18 musim lalu, tepatnya pada 1998–1999.

Tak hanya mendapat trofi, kemenangan ini juga memastikan Feyenoord juga berhak atas tiket lolos otomatis ke Liga Champions musim 2017/2018.

Baca Juga: Detik-detik Para Pemain Sepak Bola Tersambar Petir dalam Pertandingan Antarsekolah di Jamaika

2. Torehkan 100 Laga Lebih untuk Timnas Belanda

Van Bronckhorst tampil pertama kali untuk timnas Belanda pada Agustus 1996 dalam usia 21 tahun pada pertandingan kontra Afrika Selatan.

Selama karirnya Van Bronckhorst tampil sebanyak 106 kali bagi timnas Belanda.

Van Bronckhorst juga ikut membela Belanda dalam 3 Piala Dunia, yaitu pada 1998, 2006, dan 2010.

Selain piala dunia, Van Bronckhorst juga ikut bertarung bersama Belanda dalam 3 Euro, pada 2000, 2004, dan 2008.

Baca Juga: Awas! Depresi dalam Waktu Lama Bisa Merusak Kesehatan Sel Otak

3. Kalahkan Arsenal di Liga Champions 2006

Van Bronckhorst bergabung besama Barcelona pada musim 2003-2004 dengan status pinjaman dari Arsenal.

Di Barcelona lah ia berganti posisi dari gelandang menjadi bek kiri.

Pada Mei 2004, Van Bronckhorst melengkapi kepindahannya ke Barcelona dengan harga transfer sebesar 2 juta Euro dalam kontrak selama 3 tahun.

Van Bronckhorst pun membantu Barcelona memenangkan La Liga pada musim 2004-2005 dengan menyumbangkan 4 gol.

Musim selanjutnya Van Bronckhorst membantu Barcelona meraih gelar Liga Champions 2005-2006.

Van Bronckhorst menjadi satu-satunya pemain yang dimainkan dalam semua laga Liga Champions musim itu.

Baca Juga: Gara-gara Ganda Putra Indonesia, Duo Menara China Alami Kesialan Sebanyak 6 Kali Tahun Ini

4. Kapten di Final Piala Dunia 2010

Van Bronckhorst ditunjuk sebagai kapten tim timnas Belanda selama piala dunia 2010.

Pada laga semifinal kontra Uruguay, Van Bronckhorst mencetak gol pembuka di laga yang berakhir dengan skor 3-2 bagi kemenangan belanda ini.

Laga Final Piala Dunia 2010 antara Belanda kontra Spanyol menjadi pertandingan terakhir Van Bronckhorst sebelum pensiun.

Van Bronckhorst yang berposisi sebagai kapten digantikan pada menit ke 105 dengan Edson Braafheid.

Setelah pergantian itu, Belanda harus kalah secara dramatis melalui gol Andres Iniesta yang dicetak pada menit ke-116.

Usai membawa Belanda ke final Piala Dunia, pemerintah Belanda memberikan Van Bronckhorst penghargaan Order of Orange-Nassau.

Yakni sebuah penghargaan yang diberikan pada warga Belanda yang telah berkontribusi penting bagi masyarakat.

Baca Juga: Tak Kunjung Dinikahi, Georgina Rodriguez Beberkan Sosok Cristiano Ronaldo di Matanya



Source : BolaSport.com,bolastylo.bolasport.com
Penulis : Eko Isdiyanto
Editor : Eko Isdiyanto
Video Pilihan