Juwita Bahar Sempat Koma Akibat Diet, Ini Bahaya Kurang Karbohidrat

Aziz Gancar Widyamukti Jumat, 8 Januari 2021 | 18:00 WIB
Juwita Bahar Bahar ketika ditemui di gedung Trans TV, Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (5/1/2021) (Warta Kota/Arie Puji Waluyo)

Baca Juga: Madu Bisa Bantu Turunkan Bobot 5 Kg dalam Seminggu, Begini Caranya

2. Tidak cukup serat

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang makan lebih banyak serat memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit kardiovaskular dan cenderung memiliki lebih banyak bakteri menguntungkan dalam mikrobioma.

3. Mengganggu fungsi otak

Para ilmuwan memperkirakan bahwa otak mengonsumsi sekitar 120 gram karbohidrat setiap harinya dan otak kita menyumbang sekitar 20 persen dari total energi (kalori) yang dibakar setiap hari.

Saat pertama kali memulai diet rendah karbohidrat, kita mungkin akan mengalami kabut otak, kelelahan mental dan perubahan suasana hati karena sumber bahan bakar utama tubuh tiba-tiba menghilang.

Setelah tubuh bisa menyesuaikan diri, gejala-gejala tersebut mungkin akan mereda, tetapi efek awal tersebut adalah bagian dari alasan mengapa diet rendah karbohidrat sangat sulit untuk dipatuhi.

Baca Juga: Tips Menurunkan Berat Badan: 5 Buah yang Harus Anda Hindari saat Diet

4. Memicu gangguan makan

Karbohidrat bukanlah satu-satunya makronutrien yang terkait dengan gangguan makan.

Namun, perlu diingat bahwa memangkas total kelompok makanan mana pun dapat berkontribusi terhadap pengembangan hubungan yang buruk dengan makanan.

Di luar kaitannya dengan pengembangan penyakit, memangkas kelompok makanan tertentu, terutama karbohidrat, juga bisa menghambat performa olahraga kita dan menyebabkan usaha kebugaran kita menjadi "stuck" alias jalan di tempat.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BolaStylo (@bolastylo)



Source : kompas
Penulis : Aziz Gancar Widyamukti
Editor : Aziz Gancar Widyamukti
Video Pilihan