Terlalu Sering Konsumsi Nasi Merah Ternyata Bisa Memicu Kanker

Rara Ayu Sekar Langit Senin, 14 Juni 2021 | 19:36 WIB
Nasi Merah (Thinkstockphotos)

BolaStylo.com - Nasi merah sering kali disarankan untuk mengganti nasi putih ketika sedang dalam program diet.

Dibading nasi putih, nasi merah memang dikenal lebih sehat.

Tapi benarkah?

Nasi putih memang lebih umum dikonsumsi dibanding nasi merah.

Selain harganya yang lebih merah, nasi putih juga lebih mudah di masak dan masa simpannya lebih lama.

Jika dilihat dari kandungan mineral, vitamin, dan protein yang memberi nilai gizi, nasi merah memiliki kandungan lebih lengkap.

Proses yang lebih lama dalam pengolahan beras putih, membuat bagian endosperm yang kandungan gizinya banyak menjadi hilang.

Baca Juga: Sering Ganggu Penampilan dan Berisiko Kanker, Yuk Kenali Papiloma

Nasi merah memiliki kandungan serat, mangan, magnesium, niasin, fosfor, dan vitamin B lebih banyak.

Kandungan ini dipercaya mampu menurunkan kadar kolesterol dan risiko penyakit jantung hingga diabetes.

Karbohidrat komplek pada nasi merah mengelola kolesterol dan menurunkan berat badan.

Nasi merah akan membuat kenyang lebih lama sehingga mengindari nafsu makan berlebih.

Tapi ada yang perlu kita tahu.

Nasi merah mengandung arsenik.

Baca Juga: Meski Menyegarkan, Soda Simpan 4 Bahaya yang Mengancam Tubuh Manusia

Terlalu banyak arsenik pada tubuh akan menggangu fungsi jantung, mata, pernapasan, hingga memicu kanker.

Sementara itu, nasi putih juga tak selamanya jahat.

Hanya saja kita perlu mengonsumsi dalam jumlah yang tepat.

Konsumsi nasi putih yang terlalu banyak akan meningkatkan risiko diabetes.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Benarkah Nasi Merah Lebih Sehat Daripada Nasi Putih?"

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BolaStylo (@bolastylo)

 



Source : Kompas
Penulis : Rara Ayu Sekar Langit
Editor : Rara Ayu Sekar Langit
Video Pilihan