Rapor Tunggal Putri Indonesia Jeblok, Susy Susanti Bongkar Penyebabnya

Reno Kusdaroji Senin, 25 April 2022 | 15:15 WIB
Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, berlatih di pelatnas Cipayung Jakarta Timur jelang Kejuaraan Beregu Asia 2022. (BADMINTON INDONESIA)

BolaStylo.com - Legenda bulu tangkis Indonesia, Susy Susanti tak bisa memungkiri bahwa sektor tunggal putri Indonesia belum bagus dan sulit bersaing di level dunia.

Susy Susanti harus mengakui, kualitas tunggal putri Indonesia semakin tertinggal jauh dari negara unggulan lainnya.

Kini, saingan tunggal putri Indonesia bukanlah dari wakil China, Jepang, dan Korea Selatan.

Melainkan negara unggulan di bawah mereka seperti India, Singapura, dan Malaysia.

"Di tunggal putri, banyak pemain tangguh dari Asia sehingga persaingan ketat," kata Susy Susanti dilansir Antara dari Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

"Kita harus bekerja ekstra keras untuk mendapat medali," ucap peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 itu.

Menurut Susy, banyak faktor yang memengaruhi buruknya performa tunggal putri Indonesia belakangan ini.

Salah satu yang menjadi sorotannya ialah kurangnya regenerasi dan para wakil tunggal putri Indonesia sering gugur di babak awal atau pertengahan turnamen.

Ia menilai regenerasi pemain pada sektor tunggal putri belum sehebat tunggal putra dan ganda putra.

Baca Juga: Gantikan Posisi Greysia/Apriyani, Duo Srikandi Indonesia Ini Jalani Laga Terakhir?

Meski begitu, Susy Susanti meyakini bahwa PBSI telah memiliki program pembinaan yang matang untuk semua sektor termasuk tunggal putri.

"Tapi saya yakin PBSI sudah menyiapkan program pembinaan di semua sektor, tidak hanya putri," ucap Susy.

"Kita harus bekerja keras untuk menelurkan atlet generasi mendatang dan mencatatkan prestasi," tegasnya.

Pernyataan tersebut diungkapkan Susy Susanti saat berbicara tentang peluang Indonesia dalam SEA Games dan Asian Games.

Dalam kariernya, Susy merupakan tunggal putri Indonesia yang tersukses.

Tak hanya meraih emas Olimpiade, ia menjuarai sejumlah turnamen bergengsi termasuk All England dan dia meraih delapan medali SEA Games.

Adapun terakhir kali Indonesia membawa pulang medali emas dari sektor tunggal putri terjadi hampir satu dekade silam, tepatnya pada SEA Games 2013.

Sementara di Asian Games, tunggal putri Indonesia hanya baru sekali mendapat emas yakni pada Asian Games 1962 di Jakarta.

Kini, Indonesia yang hanya bertumpu kepada Gregoria Mariska Tunjung belum bisa berbicara banyak dalam berbagai kejuaraan besar.

Baca Juga: Gawat! Legenda Sebut Indonesia Krisis Bibit Tunggal Putri, Nama Ini Bisa Jadi Penyelamat

Prestasi Gregoria sangat tidak stabil karena sering tersingkir pada babak-babak awal.

Menurut catatan BWF, pencapaian terbaik Jorji dalam tiga tahun terakhir hanyalah mencapai babak perempat final.

Pada Asian Games 2018 di Jakarta, tunggal putri peringkat ke-29 dunia itu tersingkir di babak kedua.

Sementara pada SEA Games 2019 di Filipina, Jorji pun juga gugur di perempat final.

Oleh karena itu, Susy Susanti mengharapkan regenerasi pemain khususnya dari nomor tunggal putri harus ditingkatkan guna menambah daya saing mereka.

Baca Juga: Wakili Indonesia di SEA Games 2021, Penerus Susi Susanti Ini Punya Alasan Juara Karena...

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BolaStylo (@bolastylo)



Source : antaranews.com
Penulis : Reno Kusdaroji
Editor : Reno Kusdaroji
Video Pilihan