FIFA Dukung LGBT, Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2023 Tak Mau Buat Aturan Seperti Qatar?

Eko Isdiyanto Sabtu, 25 Juni 2022 | 08:00 WIB
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, sedang memberikan sambutan di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, 23 Juni 2022. (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)

BolaStylo.com - Indonesia bisa saja menerapkan aturan seperti Qatar soal LGBT selama gelaran Piala Dunia 2022 pada November mendatang.

Diketahui bahwa Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 yang digelar pada 20 Mei - 11 Juni 2023, sementara FIFA jelas mendukung kelompok LGBT.

Qatar sebelumnya mengeluarkan aturan keras terkait budaya barat yang tidak sesuai dengan norma ketimuran, yakni alkohol, sek bebas dan homoseksual atau LGBT.

Bahkan saking tegasnya, Qatar sampai memberi ancaman hukuman penjara hingga tujuh tahun bagi siapa saja yang kedapatan melakukan seks bebas di luar pernikahan.

Kemudian minum alkohol di sembarang tempat dan terang-terangan mempromosikan homoseksual atau LGBT selama turnamen berlangsug.

Baca Juga: Lionel Messi dengan Serbet dan 47 Detik Kariernya Nyaris Hancur

"Seks sangat dilarang, kecuali Anda datang sebagai suami dan istri. Kami tak mengizinkan cinta satu malam pada turnamen ini," bunyi pernyataan kepolisian Qatar dikutip dari Sportskeeda.

"Tidak ada pesta. Semua orang harus memahaminya, kecuali ingin masuk penjara. Pada dasarnya ada larangan seks di Piala Dunia tahun ini untuk pertama kalinya. Fans harus bersiap.

"Berpesta dan minum-minuman setelah laga, yang mana normal di tempat lain, sangat dilarang dengan konsekuensi tegas tanpa toleransi jika ketahuan.

"Hal ini sudah pasti menjadi turnamen buruk bagi para suporter." lanjut bunyi pernyataan Kepolisian Qatar.

Baca Juga: Lionel Messi Terjebak, Bikin Panik Hancurkan Kaca Tapi Ibunya Bahagia

Indonesia selaku tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 sebenarnya mampu mengikuti jejak Qatar dalam menerapkan aturan tegas tersebut.

Mengingat Indonesia juga menerapkan norma ketimuran, ditambah mayoritas masyarakat beragama Islam dapat menjadi tolok ukur dibuatnya aturan itu.

Meski ajang untuk kelompok umur, namun aturan mengenai larangan promosi dukungan homoseksualitas atau LGBT bisa ditegakkan.

Mengingat sampai saat ini FIFA selaku badan tertinggi sepak bola dunia secara terang-terangan mengkampanyekan LGBT.

Baca Juga: Lee Zii Jia Disentil Lee Chong Wei Usai lebih Utamakan Kejuaraan Dunia Ketimbang Commonwealth Games

Hal itu terlihat dari profile picture akun Twitter resmi FIFA yang menerapkan kombinasi warna yang melambangkan LGBT.

Penolakan tegas terhadap kampanye LGBT sebelumnya dilontarkan oleh Kepala Keamanan Piala Dunia 2022 Qatar, Abdullah Al Nasari.

Ia menyebut Qatar tidak akan berubah menjadi negara Barat hanya demi mensukseskan turnamen akbar empat tahunan sepak bola dunia itu.

"Jika Anda ingin mengungkapkan pandangan Anda mengenai LGBT, lakukanlah dalam masyarakat yang bisa menerima hal itu," ucap Abdullah.

Baca Juga: Minions Absen Panjang, Khawatir Jika Nekat Bakal Diganyang Lawan

"Jangan datang dan menghina seluruh masyarakat (kami). Kami tidak akan pindah agama hanya karena turnamen selama 28 hari.

"Jika seorang penggemar mengibarkan bendera pelangi di stadion dan bendera itu diambil, itu bukan karena kami ingin menyinggungnya, tetapi untuk melindunginya." imbuhnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BolaStylo (@bolastylo)



Source : bolastylo.bolasport.com
Penulis : Eko Isdiyanto
Editor : Eko Isdiyanto
Video Pilihan