COVID-19 - Berapa Lama Virus Corona Bertahan di Logam, Kaca, Plastik, Kardus, Udara?

Taufik Batubara Rabu, 18 Maret 2020 | 17:48 WIB
Virus SARS-CoV-2 virus, juga disebut novel coronavirus, menyebabkan Covid-19. (CDC)

Di beberapa kota, sukarelawan yang bermaksud baik bahkan berani keluar pada malam hari untuk menggosok keypad mesin uang (ATM).

Untuk mengedukasi pembaca soal wabah Covid-19 ini, BolaStylo.com mengutip artikel menarik dari BBC.com.

Sebagaimana banyak virus pernapasan, termasuk flu, Covid-19 dapat menyebar dalam butiran kecil yang dilepaskan dari hidung dan mulut orang yang terinfeksi saat batuk.

Satu kali batuk dapat menghasilkan hingga 3.000 droplet atau tetes.

Partikel-partikel dari batuk itu dapat mendarat pada tubuh orang lain, pakaian, dan permukaan di sekitar mereka.

Beberapa partikel yang lebih kecil dapat tetap berada di udara.

Ada juga beberapa bukti bahwa virus corona ini juga menumpahkan lebih lama dalam masalah feses, sehingga siapa pun yang tak mencuci tangan secara menyeluruh setelah memakai toilet dapat mencemari apa pun yang mereka sentuh.

Perlu dicatat bahwa, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) Amerika Serikat, menyentuh permukaan atau obyek terkena corona, lalu menyentuh wajah sendiri, maka "tidak dianggap sebagai cara utama penyebaran virus".

Meski begitu, CDC, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan otoritas kesehatan lainnya, telah menekankan bahwa mencuci tangan dan membersihkan serta mendisinfeksi permukaan yang sering disentuh setiap hari adalah kunci dalam mencegah penyebaran Covid-19.

Jadi, meski kita masih belum tahu persis berapa banyak kasus yang disebabkan langsung oleh permukaan yang terkontaminasi, para ahli menyarankan untuk berhati-hati.



Source : BBC.com
Penulis : Taufik Batubara
Editor : Taufik Batubara
Video Pilihan