Dipercaya Berkhasiat, Kebanyakan Vitamin C Bisa Berdampak pada Ginjal

Aziz Gancar Widyamukti Jumat, 12 Februari 2021 | 13:00 WIB
Jeruk kaya akan vitamin C (freepik)

BolaStylo.com - Vitamin C yang saat ini tengah diburu karena dikenal berkhasiat baik untuk tubuh, justru bisa membawa petaka.

Vitamin C adalah vitamin yang larut dalam air untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan normal serta membantu tubuh Anda menyerap zat besi.

Selain itu, vitamin C juga dapat memberikan manfaat fungsi antioksidan, memproduksi kolagen, dan memberikan fungsi imun.

Karena tubuh Anda tidak memproduksi atau menyimpan vitamin C, penting untuk memasukkan vitamin C ke dalam makanan Anda.

Baca Juga: 6 Buah Kaya Akan Vitamin C, Cocok Untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Bagi kebanyakan orang, jeruk atau secangkir stroberi, cabai merah cincang, atau brokoli menyediakan cukup vitamin C untuk hari itu.

Untuk orang dewasa, jumlah vitamin C harian yang direkomendasikan adalah 65 hingga 90 miligram (mg) sehari.

Adapun batas atas konsumsi vitamin C harian untuk orang dewasa adalah 2.000 mg sehari.

Baca Juga: Hati-Hati dalam Konsumsi Vitamin C atau Anda Bisa Terkena Batu Ginjal!

Meski berkhasiat, mengonsumsi vitamin C dalam bentuk apapun terlalu banyak dapat menyebabkan gangguan kesehatan.

Hal itu diungkapkan Medical Doctor sekaligus influencer dr. Gia Pratama Putra pada acara Launching Hevit-Plus bertajuk Bahasa Cinta Di Era Pandemi, Saling Jaga Kondi-C saat live Instagram peluncuran Vitamin C 'Hevit-C', Rabu, (10/2/2021).

Ia menjelaskan bahwa vitamin C mempunyai terbagi dalam dua jenis, vitamin larut lemak dan larut air.

Baca Juga: Terapi Jeruk Nipis Tak Selalu Sehat, Ini Bahaya yang Akan Dihadapi

"Kalau larut air seperti vitamin C dan B di luar dari kebutuhan tubuh akan segera dibuang lewat ginjal," kata Gia, dikutip BolaStylo.com dari Tribun Kesehatan.

Gia memaparkan ketika berlebihan dalam mengonsumsi vitamin C akan menyebabkan sakit pada ginjal.

Vitamin larut lemak terdiri dari vitamin B dan vitamin C, sedangkan vitamin A, vitamin D, vitamin E, dan vitamin K termasuk vitamin yang larut lemak.

Baca Juga: Suplemen Vitamin C Mulai Langka, Konsumsi 12 Makanan Ini di Tengah Pandemi Virus Corona

Menurut laman Hallosehat.com, vitamin larut lemak merupakan jenis vitamin yang diproses bersama lemak.

Setelah masuk ke dalam sistem pencernaan, vitamin-vitamin ini akan melewati sistem limfatik untuk kemudian ikut dialirkan dalam peredaran darah.

Sedangkan, vitamin larut air adalah jenis vitamin yang diproses bersama air.

Baca Juga: Masih Muda Tapi Sudah Ubanan? Ternyata 5 Hal Ini Jadi Penyebabnya

Vitamin jenis ini diproses lebih mudah dalam tubuh.

Tubuh akan langsung menyerap vitamin B dan C ke dalam peredaran darah.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BolaStylo (@bolastylo)

 



Source : Tribun Kesehatan
Penulis : Aziz Gancar Widyamukti
Editor : Aziz Gancar Widyamukti
Video Pilihan