7 Dosa Mematikan Koeman Bikin Barca Menderita, Laporta Wajib Ambil Keputusan!

Reno Kusdaroji Jumat, 1 Oktober 2021 | 10:00 WIB
Pelatih Barcelona, Ronald Koeman, membaca pernyataan pribadinya dalam jumpa pers, 22 September 2021. (TWITTER.COM/FW_FOOTBALLWORLD)

 

BolaStylo.com - Pelatih Barcelona, Ronald Koeman dinilai telah membuat tujuh dosa mematikan yang menyeret timnya ke jurang kehancuran di era Baru Joan Laporta.

Akhir-akhir ini, Barcelona membuat hasil kurang bagus di bawah asuhan Ronald Koeman.

Terutama pada ajang Liga Champions, catatan buruk Ronald Koeman memperpanjang hasil buruk Barcelona melawan klub-klub raksasa Eropa.

Dalam lima tahun terakhir, Barcelona mengalami tujuh kekalahan dari klub raksasa Eropa di mana empat di antaranya saat ditangani Ronald Koeman.

Terbaru, raksasa Catalan secara mengejutkan menelan kekalahan 0-3 dari Benfica membuat kompetensi Koeman semakin dipertanyakan para petinggi klub.

Presiden Barcelona, Joan Laporta dan anggota dewan klub lainnya mempertimbangkan langkah apa yang harus dilakukan secepatnya terhadap masa depan sang pelatih.

Koeman memang telah dikritik karena berbagai alasan, namun terdapat tujuh dosa mematikan yang ia lakukan membuat Barcelona menderita.

Baca Juga: Satu-satunya Gelandang Era Tiki-taka: Barcelona Sedang Kritis!

Dilansir BolaStylo dari Marca, berikut ini 7 dosa Ronald Koeman yang menyeret Barcelona ke jurang kehancuran.

1. Menyerang para pemain Barcelona

Ronald Koeman secara tak langsung telah menyerang mental anak asuhnya sendiri.

Pelatih asal Belanda itu tidak ragu menyatakan bahwa pasukannya melemah sejak musim panas 2021.

Ia menyoroti fakta beberapa pemain muda Barcelona dianggap lebih berkomitmen daripada para veteran.

Baca Juga: Barcelona Bobrok di Tanah Portugis, Ronald Koeman Masih Dibela

2. Merusak gaya alami Barcelona

Sejak melatih Barcelona, Ronald Koeman jarang menggunakan formasi andalan 4-3-3 raksasa Catalan yang identik dengan gaya tiki-taka.

Bahkan, ia tidak ragu-ragu mengklaim bahwa 'gaya permainan tiki-taka telah hilang dari Barcelona yang saat ini'.

Pada musim ini, ia belum memakai formasi andalan Barcelona itu sama sekali.

Koeman lebih sering memilih formasi 4-2-3-1 yang bermain lebih ke belakang atau bahkan menggunakan lima pemain bertahan dengan mendorong bek sayap lebih maju ke depan.

Baca Juga: Barcelona di Ambang Batas! Koeman Klaim Kekalahan 3-0 dari Benfica Itu Hasil Terbaik

3. Kurang harmonis dengan Joan Laporta

Sejak awal penunjukan Joan Laporta sebagai presiden baru Barcelona, hubungan keduanya memang terlihat cukup sulit terjalin dan tak terlalu harmonis.

Dalam kampanye pemilihannya, Laporta pernah mengisyaratkan keraguan atas posisi Ronald Koeman sebagai kepala pelatih Barcelona.

Bahkan pada awal kepemimpinannya, Joan Laporta terang-terangan memberitahu Koeman bahwa ia sedang mencari opsi pelatih alternatif.

Hasil awal musim ini yang buruk pun tidak terbantu dengan renggangnya hubungan Koeman dengan Laporta.

4. Terlalu realistis dalam menerima kekalahan di Liga Champions

Koeman meyakinkan para penggemar bahwa dia realistis dengan ambisi yang dimiliki timnya.

Namun, sikap realistisnya dalam menetapkan visi dan misi klub dinilai sangat buruk oleh dewan klub dan para pemain.

Baca Juga: Masalah Pelatih Belum Beres, Barcelona Dikabarkan Diam-diam Incar Pemain Baru

5. Menjadi sosok pria milik klub

Koeman menerima semua batasan-batasan dari klub karena situasi ekonomi yang buruk.

Dia memahami bahwa klub terpaksa melepas beberapa pemain bintang dan setiap penandatanganan baru harus dilakukan dengan status bebas transfer.

Pelatih berusia 58 tahun itu menerima kepergian Lionel Messi, Antoine Griezmann, dan Emerson Royal meski keputusan itu membuat timnya jauh lebih lemah.

6. Dia tidak tunduk pada gangguan

Meski mendapat tekanan dari berbagai pihak, termasuk Presiden Barcelona sendiri tentang cara melatih tim, Koeman tetap teguh dengan keputusannya sendiri.

Misalnya seperti dalam hal teknis, dia menganggap ada pemain yang lebih pantas mendapatkan menit bermain daripada Samuel Umtiti dan Riqui Puig.

Meskipun Koeman mendapat dorongan dari pihak dewan klub untuk memainkan mereka.

Baca Juga: Jebolan Rival Abadi Barcelona, Achraf Hakimi Kaget Bisa Satu Tim Sama Lionel Messi!

7. Rekrut Luuk de Jong sebagai taruhan belaka

Penandatanganan Luuk de Jong merupakan pertaruhan pribadi atas nama Ronald Koeman.

Mengingat, sebelumnya ia memiliki hubungan harmonis dengan sang pemain di Timnas Belanda dan Barcelona membutuhkan penyerang tambahan dengan cepat.

Namun sejauh ini, penyerang Belanda itu tidak tampil mendekati standar yang diharapkan klub dan Koeman darinya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BolaStylo (@bolastylo)



Source : Marca
Penulis : Reno Kusdaroji
Editor : Reno Kusdaroji
Video Pilihan